PLN Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Desa Sidera

PLN Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Desa Sidera Program Desa Siaga Bencana PLN 2026 yang dilaksanakan di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota. (Foto/Andri Faktasulteng)
Teknologi

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, SIGI – PT PLN (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Desa Siaga Bencana PLN 2026 yang dilaksanakan di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (30/9/2026).

Mengusung tema “Kesiapsiagaan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”, program tersebut berlangsung selama tiga hari, hingga 2 Oktober 2026.

Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap risiko bencana, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan dan infrastruktur kelistrikan.

Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi PLN Peduli bersama UN Women, Danantara Indonesia, serta Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pembukaan kegiatan dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Manajer PLN UP3 Palu I Made Agus Andi Mertha, perwakilan UN Women Risa Yudhiana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sigi Samsir, unsur Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), BPBD Kabupaten Sigi, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Camat Sigi Kota, perwakilan Polres Sigi, Kodim 1306/Kota Palu, serta Kepala Desa Sidera Muhamad Aris M. Pantowana.

Sejumlah narasumber juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya dari BPBD Sigi, UN Women, Kemenko PMK, Fakultas Teknik Universitas Tadulako, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh perempuan.

Wakil Manajer PLN UP3 Palu I Made Agus Andi Mertha mengatakan, program tersebut dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, terutama yang berkaitan dengan kelistrikan saat terjadi bencana seperti banjir, longsor, maupun gempa bumi.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi mengutamakan pemberdayaan melalui peningkatan kapasitas dan transfer pengetahuan.

 “Kami tidak ingin masyarakat hanya menunggu bantuan saat bencana terjadi. Melalui program ini, kami membentuk relawan siaga listrik desa, memberikan edukasi keselamatan kelistrikan saat bencana, sekaligus memperkuat infrastruktur yang tangguh terhadap risiko kebencanaan,” katanya.

Ia menjelaskan, Program Desa Siaga Bencana PLN 2026 dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni pelatihan, penyediaan perlengkapan, dan pendampingan.

Pada tahap pelatihan, masyarakat mendapatkan pengetahuan teknis mengenai penanganan kelistrikan dalam kondisi darurat. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah kelompok masyarakat, termasuk karang taruna dan kelompok tani.

Selanjutnya, Desa Sidera akan mendapatkan dukungan perlengkapan kesiapsiagaan berupa alat pelindung diri (APD), genset darurat, serta fasilitas posko siaga.

Program kemudian dilanjutkan dengan pendampingan selama satu tahun oleh PLN bersama para mitra guna memastikan keberlanjutan program di tingkat desa.

“Jadi bukan hanya memberikan bantuan, tetapi bagaimana masyarakat mampu mengelola dan memanfaatkan pengetahuan tersebut secara mandiri ketika menghadapi situasi darurat,” tutur I Made Agus.

PLN juga mendorong integrasi data kebencanaan desa dengan berbagai sistem pendukung yang melibatkan pemerintah desa, BPBD, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), hingga pemerintah kecamatan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung Desa Sidera menjadi desa percontohan dalam pengelolaan kebutuhan listrik darurat pada masa kritis pascabencana.

“Harapannya, Desa Sidera dapat menjadi model desa tangguh yang mampu mengelola sistem kelistrikan darurat secara mandiri selama 72 jam pertama sebelum bantuan eksternal tiba,” jelasnya.

Melalui program tersebut, PLN berharap kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat semakin kuat sekaligus mampu menciptakan sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan di tingkat desa.