Wakil Bupati Tolitoli, MBB, Terpilih Sebagai Ketua DPD PAN Tolitoli Periode 2025-2030
- Selasa, 18 November 2025 - 10:44 WITA
- Editor: Apri
- | Penulis: Redaksi
Moh Besar Bantilan (MBB), Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Tolitoli Periode 2025-2030.
JAKARTA, Faktasulteng.id — Musyawarah Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) tahun ini membuka babak baru bagi perpolitikan Tolitoli. Dari layar konferensi daring yang tersambung ke Hotel Bumi Harapan, Tolitoli, nama Wakil Bupati Moh. Besar Bantilan resmi diketuk sebagai Ketua DPD PAN Tolitoli. Terpilihnya Besar Bantilan menandai perpindahan tongkat komando politik keluarga Bantilan ke generasi berikutnya.
Penetapan itu dilakukan dalam Musda serentak empat provinsi—Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Jambi, dan Jawa Tengah—yang dibuka oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dari Jakarta. Di Tolitoli, suasana ruang konferensi hotel berlangsung tegang namun penuh antisipasi ketika pengurus daerah menantikan pengumuman nama ketua baru.
Besar Bantilan menggantikan ayahnya, Moh. Saleh Bantilan, salah satu figur kuat PAN di Tolitoli. Bagi sebagian kader, keputusan ini bukan kejutan. Dengan posisinya sebagai Wakil Bupati, Besar Bantilan adalah figur yang memadukan pengaruh birokrasi dan modal sosial keluarga yang telah lama mewarnai peta politik daerah.
Terpilihnya Besar Bantilan dianggap sebagai sinyal regenerasi yang terukur. Di satu sisi, PAN tetap menjaga kesinambungan basis politik yang telah dibangun Saleh Bantilan selama bertahun-tahun. Di sisi lain, Besar Bantilan membawa dinamika baru yang dianggap mampu memperkuat posisi PAN di tengah kompetisi politik lokal yang makin tajam.
DPW PAN Sulawesi Tengah memberi waktu sepuluh hari kepada ketua baru untuk menyusun nama-nama pengurus lengkap. Struktur itu akan menjadi fondasi awal konsolidasi PAN Tolitoli menjelang agenda politik ke depan. Para kader berharap susunan kepengurusan di bawah Besar Bantilan lebih adaptif, terutama untuk memperkuat organisasi hingga tingkat kecamatan—titik krusial dalam pemenangan suara di daerah.
Dalam sambutan penutup Musda, Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa posisi strategis seorang ketua DPD harus diikuti dengan kerja konkret. “Program nyata untuk rakyat lebih penting daripada slogan,” ujarnya.
Di Tolitoli, respons kader atas terpilihnya Besar Bantilan cenderung positif. Mereka melihat peluang PAN memperluas jejaring dukungan melalui figur yang sudah terbiasa dengan urusan pemerintahan dan memiliki kedekatan historis dengan masyarakat setempat.
Dengan naiknya Besar Bantilan ke kursi ketua, PAN Tolitoli memasuki fase baru: memadukan kekuatan politik keluarga yang berpengaruh dengan kebutuhan partai akan pembaruan organisasi. Waktu akan menguji sejauh mana ia mampu mengubah modal pengaruhnya menjadi langkah nyata dalam memperkuat mesin politik PAN di Tolitoli. (Ap)