Kebangkitan Mercy dari Timur: Marlelah dan Demokrat Donggala yang Bangkit dari Nol
- Senin, 04 Agustus 2025 - 21:22 WITA
- Editor: Apri
Dra. Marlelah, MSi. Ketua DPC Demokrat Donggala. (Foto: ISTIMEWA)
Faktasulteng.id, DONGGALA - Saat Partai Demokrat Donggala jatuh di Pemilu 2019, nyaris tak ada yang menyangka partai berlambang bintang mercy itu bisa bangkit dalam satu periode pemilu. Kala itu, Demokrat benar-benar tumbang—tak satu pun kursi berhasil dibawa pulang ke meja fraksi di DPRD Donggala.
Namun lima tahun berselang, situasinya berbalik. Pada Pemilu 2024, Demokrat Donggala berhasil memboyong tiga kursi atau dengan kata lain mampu memperoleh 1 Fraksi: masing-masing satu di Dapil 1, Dapil 3, dan Dapil 4. Pencapaian itu tak datang tiba-tiba. Di balik perolehan suara tersebut, ada satu nama yang tak bisa diabaikan: Dra. Marlelah, M.Si, ketua DPC Partai Demokrat Donggala.
Marlelah—yang dilantik secara resmi sebagai Ketua DPC Demokrat papa Pelantikan serentak di Gelora Bumi Kaktus, Palu, pada 27 Februari 2023, memulai langkahnya saat Demokrat Donggala sedang di titik terendah. “Ini adalah awal momentum untuk membesarkan kembali kejayaan Partai Demokrat di Donggala,” ujarnya saat itu, di hadapan ribuan kader dan simpatisan.
Apa yang saat itu terdengar seperti retorika politik belaka, kini terbukti. Di bawah nahkoda Marlelah, Demokrat bangkit dengan struktur yang lebih disiplin, strategi yang lebih terukur, dan kader-kader yang lebih militan. Mereka tidak hanya mengisi kembali kursi kosong di DPRD, tapi juga membuktikan bahwa Demokrat belum habis di Donggala.
Pelantikan Marlelah sebagai Ketua DPC waktu itu dilakukan oleh Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si—politikus senior yang kini menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tengah. Di hadapan ribuan kader dan simpatisan, Anwar menyebut bahwa tahun 2024 adalah momentum politik yang menentukan arah masa depan partai. “Ini adalah taruhan. Kita tidak bisa lagi hanya jadi penonton dalam kontestasi besar ini,” tegasnya.
Anwar tak salah. Di bawah kepemimpinan Marlelah, Demokrat Donggala mulai berbenah sejak hari pertama. Struktur pengurus dibentuk ulang, pengurus anak cabang (PAC) digerakkan, dan suara akar rumput kembali dirawat. Jika dulu Demokrat hanya terlihat aktif di masa kampanye, kini mereka hadir dalam berbagai dinamika sosial-politik warga: dari urusan dapur umum bencana, hingga forum-forum pemuda desa.
Kerja-kerja ini pelan tapi pasti menghidupkan mesin partai yang sempat mati suri. “Kami tidak ingin hanya hadir di baliho. Kami ingin hadir dalam kesadaran publik,” kata Marlelah dalam sebuah konsolidasi internal pada akhir 2023.
Satu Fraksi yang diraih pada Pemilu 2024 bukanlah hasil dari gimik semata. Satu kursi di Dapil 1, satu di Dapil 3, dan satu di Dapil 4 adalah hasil dari kombinasi strategi, konsistensi, dan loyalitas kader. Bahkan dalam beberapa TPS, Demokrat mencatat lonjakan suara yang mengejutkan banyak pengamat lokal.
Keberhasilan ini tentu tak bisa dilepaskan dari figur Anwar Hafid. Sosok Ketua DPD Demokrat Sulteng yang dikenal loyal membina kader hingga ke tingkat desa ini terus menyuntikkan motivasi ke struktur bawah. Marlelah sendiri beberapa kali menyebut Anwar sebagai “tokoh sentral” dalam kebangkitan Demokrat Donggala.
Kini, dengan tiga kursi di tangan, Demokrat kembali punya suara di legislatif. Tapi lebih dari itu, mereka punya harapan. Harapan bahwa partai ini bisa kembali menjadi saluran aspirasi warga, bukan sekadar kendaraan elite politik.
Bagi Marlelah, ini bukan akhir perjalanan. “Kemenangan ini bukan puncak, ini baru permulaan. Kami akan terus bekerja, karena rakyat menanti kerja nyata, bukan sekadar janji,” ujarnya.
Dari titik nol lima tahun lalu, Demokrat Donggala kini berdiri kembali. Tidak dengan gegap gempita, tapi dengan tekad yang menyala—dan jalan yang masih panjang kedepan.
Dari Lapangan Kabonga ke Arena Politik
Kebangkitan Demokrat Donggala bukan hanya soal perolehan kursi. Ini adalah cerita tentang bagaimana partai yang pernah kehilangan semua pengaruhnya, perlahan meniti ulang jalan menuju relevansi. Marlelah, memulai dari Lapangan Kabonga, Donggala, melantik DPAC Donggala untuk memastikan agar aspirasi partai betul-betul berasal dari akar ruimput. Marlelah memainkan peran sentral dalam cerita itu. Ia bukan hanya figur simbolik, tapi juga penggerak di balik layar: mengawal kader muda, menjembatani komunikasi dengan akar rumput, dan menjaga relasi politik dengan kekuatan lokal.
Tak sedikit yang mencibir langkah Demokrat Donggala saat itu: terlalu dini berharap bangkit, terlalu berani menantang partai-partai dominan di daerah. Tapi Marlelah memilih tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan kerja-kerja diam. “Kami sadar, kalau ingin kembali dipercaya, kami harus hadir lebih dulu,” ucapnya suatu ketika kepada media ini.
Kerja-kerja itu kini berbuah. Dengan tiga kursi atau Satu Fraksi di DPRD, Demokrat bukan lagi sekadar pelengkap. Mereka punya posisi tawar, dan mereka berniat memanfaatkannya untuk membela kepentingan rakyat. Meski jumlah kursi belum dominan, arah politik daerah kini tak bisa lagi dibahas tanpa menyebut Demokrat.
Di tingkat provinsi, keberhasilan Demokrat Donggala juga memberi semangat baru bagi pengurus daerah lain. Anwar Hafid menyebut kemenangan ini sebagai “indikator bahwa kerja kader bisa mengubah peta.” Bagi Anwar, yang kini menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tengah, ini bukan sekadar pencapaian cabang, tapi model yang bisa direplikasi: disiplin struktur, kehadiran di akar rumput, dan narasi yang relevan dengan kebutuhan rakyat.
Kini, Demokrat Donggala punya tugas lebih besar: menjaga kepercayaan yang sudah diperoleh, dan membuktikan bahwa kebangkitan ini bukan sekadar siklus politik lima tahunan. Mereka harus menanamkan jejak di benak pemilih—bahwa mercy bukan hanya logo partai, tapi lambang dari komitmen untuk melayani dan mengabdi.
Bagi Dra. Marlelah, kemenangan ini hanyalah jeda singkat di tengah lari maraton. “Tugas belum selesai. Demokrat Donggala masih harus terus bergerak, terus mendengar, dan terus berjuang. Karena rakyat menuntut bukan hanya kemenangan, tapi juga keberpihakan,” pungkasnya. (Apri)