Tujuh Pendaki Terjebak di Pos 3 Gunung Nokilalaki, Tim SAR Bergerak
- Senin, 14 September 2026 - 13:40 WITA
Tim SAR Palu bergerak menangani laporan tujuh pendaki yang mengalami kendala logistik di Pos 3 Gunung Nokilalaki, Sigi. (Foto: IST)
Faktasulteng.id, Sigi — Sebanyak tujuh pendaki dilaporkan tertahan di Pos 3 Gunung Nokilalaki, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (13/9/2026). Mereka mengalami kendala logistik setelah melakukan pendakian sehari sebelumnya.
Informasi tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu dari Jihan, salah seorang rekan para pendaki, sekitar pukul 06.15 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., CAI., C. Mtr., dalam laporan awal operasi SAR menyebutkan, sebanyak 11 orang sebelumnya melakukan pendakian menuju Puncak Nokilalaki Mantiti pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 07.00 WITA.
Dalam perjalanan, rombongan mengalami kendala logistik. Dari 11 pendaki, empat orang berhasil kembali turun, sementara tujuh lainnya masih tertahan di Pos 3 Gunung Nokilalaki.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu bergerak menuju lokasi sekitar pukul 06.32 WITA menggunakan kendaraan operasional dan membawa sejumlah peralatan pendukung.
Ketujuh pendaki yang masih berada di Pos 3 tersebut masing-masing Rani, perempuan berusia 18 tahun, serta Fahri, Farel, Ramadhan, Sigit, Deikal, dan Iman.
Dalam laporan operasi SAR, ketujuh pendaki tersebut tercatat sebagai personel dalam pencarian atau DP. Hingga laporan awal dibuat, belum ada pendaki yang dinyatakan selamat maupun meninggal dunia. Sementara kategori hilang tercatat nihil.
Operasi penanganan melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, pihak keluarga, serta masyarakat. Tim membawa peralatan jungle rescue, navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi untuk mendukung upaya menjangkau Pos 3.
Tim SAR saat ini berupaya mencapai lokasi untuk memastikan kondisi ketujuh pendaki sekaligus memberikan bantuan logistik dan melakukan evakuasi apabila diperlukan.
Perkembangan operasi SAR selanjutnya akan disampaikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui informasi resmi. (**)