Tak Hanya Kenalkan Sekolah, MATAMUDA MAN 2 Palu Bekali Murid Baru Moderasi Beragama hingga Mitigasi Gempa

Tak Hanya Kenalkan Sekolah, MATAMUDA MAN 2 Palu Bekali Murid Baru Moderasi Beragama hingga Mitigasi Gempa Pelaksanaan Masa Taa'ruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MAN 2 Kota Palu (Foto/IST).
Peristiwa

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu – Pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MAN 2 Kota Palu tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah. Selama lima hari kegiatan, murid baru dibekali beragam materi mulai dari moderasi beragama, pencegahan perundungan, bahaya narkoba, hingga mitigasi bencana gempa.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 2 Kota Palu, Muhammad Rendy Saputra, M.Pd, mengatakan materi yang diberikan merupakan kombinasi antara materi wajib sesuai petunjuk teknis Kementerian Agama dengan materi tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan karakter madrasah.

"Ada beberapa materi yang wajib disampaikan kepada murid baru, di antaranya moderasi beragama, madrasah inklusi dan anti perundungan, pencegahan ekstremisme, rokok dan narkoba, program Asri dan ekoteologi, wawasan kebangsaan, bela negara, hingga Cek Kesehatan Gratis," ujar Rendy, Rabu (15/7/2026).

Untuk memastikan kualitas materi, MAN 2 Kota Palu menghadirkan pemateri dari berbagai instansi sesuai bidang keahlian masing-masing. Di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah untuk materi anti perundungan, Polsek Mantikulore untuk materi pencegahan kenakalan remaja dan narkoba, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah.

Menurut Rendy, materi mitigasi bencana menjadi salah satu perhatian khusus mengingat Kota Palu berada di kawasan rawan gempa.

"Kami memohon agar lebih spesifik ke kegempaan, karena daerah kita memang daerah sesar yang aktif sehingga mitigasi bencana memang harus diberikan, khususnya pada kegempaan," jelasnya.

Selain materi di dalam kelas, MATAMUDA juga diisi pembiasaan nilai-nilai keislaman seperti doa bersama, zikir pagi, salat berjemaah tepat waktu, hingga pentas ekspresi murid baru sebagai wadah menampilkan bakat dan potensi peserta didik.

Menurut pihak madrasah, pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, religius, inklusif, serta mendorong murid baru beradaptasi secara positif sejak awal memasuki dunia pendidikan di MAN 2 Kota Palu. *(Abdy HM)