Sigi Masuk Nominasi Kabupaten Pelopor UMKM Digital 2026, Bukti Transformasi Digital Mulai Berbuah
- Rabu, 22 April 2026 - 09:44 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Andry
nominasi Kabupaten Pelopor UMKM Digital 2026.
Faktasulteng.id, SIGI – Kabupaten Sigi kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional dengan masuk dalam nominasi Kabupaten Pelopor UMKM Digital 2026 pada ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang diselenggarakan oleh Detikcom bersama Bakti Komdigi. Pencapaian ini diumumkan dalam rangkaian kegiatan yang berpuncak pada malam penganugerahan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (17/4/2026), sekaligus menjadi indikator kuat bahwa transformasi digital di sektor UMKM mulai menunjukkan hasil nyata.
Penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sigi dalam mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan platform digital dan inovasi berkelanjutan. Produk-produk lokal seperti bawang panggang, kerajinan mebel, hingga kopi khas daerah kini semakin mudah diakses oleh pasar yang lebih luas. Salah satu yang menonjol adalah Kopi Dombusai, yang telah mendapat pengakuan di tingkat nasional dan menjadi representasi potensi unggulan daerah.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak. “Ini adalah bentuk apresiasi bagi seluruh aparatur dan stakeholder yang telah bekerja bersama mewujudkan visi pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan UMKM berbasis digital,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, “Digitalisasi membuka akses pasar yang lebih luas. Masyarakat kini bisa mengetahui dan membeli produk UMKM Sigi dengan lebih mudah. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.”
Rizal juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. “Kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi agar potensi daerah dapat berkembang secara maksimal,” tegasnya.
Keberhasilan ini turut didukung berbagai program inovatif, termasuk inisiatif berbasis komunitas seperti BOMi for UMKM, serta kolaborasi perangkat daerah seperti Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), dan Dinas Koperasi dan UMKM yang aktif memperkuat kapasitas pelaku usaha. Dalam ajang yang sama, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya sinergi nasional dalam memperkuat konektivitas digital. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama dari berbagai elemen, mulai dari institusi pendidikan, layanan kesehatan, hingga industri, untuk memastikan konektivitas digital merata,” ujarnya.
Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Sigi, capaian ini menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan digitalisasi yang semakin kuat, UMKM diharapkan mampu memperluas pasar hingga tingkat global dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah. “Harapan kami sederhana, produk lokal Sigi bisa mendunia dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Rizal.