Organisasi Bukan Penghalang Karier, Alumni HMM Untad Bagikan Pengalaman di PMJ 2026
- Sabtu, 08 Agustus 2026 - 21:00 WITA
Talkshow Inspiratif Alumni HMM FEB-Untad yang berlangsung di Aspol Brimob Biromaru, Jalan Pelopor. (Foto/Abdy Faktasulteng).
FaktaSulteng.id, Palu — Organisasi kemahasiswaan tidak semestinya dipandang sebagai penghambat prestasi akademik. Bagi sejumlah alumni Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (HMM FEB-Untad), pengalaman berorganisasi justru menjadi bekal penting untuk menapaki dunia akademik, profesional, hingga usaha.
Hal itu mengemuka dalam Talkshow Inspiratif Alumni HMM FEB-Untad bertajuk “Dari Organisasi Menuju Karier: Membuktikan Organisasi Bukan Penghalang Kesuksesan”, yang digelar dalam rangkaian PMJ 2026, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aspol Brimob Biromaru, Jalan Pelopor, siang tadi, berlangsung meriah. Peserta PMJ mengikuti diskusi dengan antusias, terutama ketika para narasumber membagikan pengalaman mereka setelah meninggalkan bangku kuliah.
Talkshow tersebut menghadirkan tiga alumni dengan latar belakang berbeda, yakni Dr. Suryadi Hadi, S.E., M.Log., CILT. sebagai akademisi, Apriawan Repadjori sebagai jurnalis, dan Alif Wahyudi, S.M. sebagai wirausahawan. Diskusi dipandu Asdima sebagai moderator.
Dari Organisasi hingga Australian Awards
Narasumber pertama, Dr. Suryadi Hadi, mengajak mahasiswa melihat organisasi sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang kelas.
Sebagai akademisi sekaligus alumni penerima Australian Awards, Suryadi membagikan pengalaman bagaimana aktivitas organisasi menjadi bagian dari proses pembentukan dirinya.
Menurut dia, pembelajaran di kampus memberikan dasar pengetahuan kepada mahasiswa. Namun, kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut membutuhkan ruang praktik. Organisasi menjadi salah satu ruang yang memungkinkan mahasiswa melatih kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama dan pengambilan keputusan.
Suryadi juga membagikan kiat bagi mahasiswa yang ingin mengikuti jejaknya menjadi dosen. Ia mendorong mahasiswa mulai membangun rekam jejak akademik sejak kuliah dengan aktif mengikuti kegiatan ilmiah, penelitian, menulis paper, hingga mempublikasikan karya ilmiah.
Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi modal penting ketika mahasiswa melanjutkan pendidikan dan memilih karier di dunia akademik.
Pengalaman Organisasi Jadi Bekal Membangun Media
Pengalaman serupa disampaikan Apriawan Repadjori, yang mewakili redaksi Faktasulteng.id.
Apriawan menceritakan pengalamannya ketika masih menjadi mahasiswa dan aktif di HMM. Dari organisasi tersebut, ia mengaku memperoleh banyak pelajaran tentang kepemimpinan, negosiasi, membangun jaringan hingga kewirausahaan.
Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu bekal ketika dirinya terjun ke dunia jurnalistik dan membangun Faktasulteng.id di bawah naungan PT Apreska Media Group.
Menurut Apriawan, organisasi memberikan pengalaman praktis yang tidak selalu didapatkan mahasiswa melalui pembelajaran di ruang kuliah.
Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup. Mahasiswa juga perlu membangun integritas sejak berada di kampus.
“Mahasiswa mau dikenal sebagai siapa, itu berkaitan dengan integritas,” ujar Apriawan.
Menurut dia, integritas menentukan bagaimana seseorang dipercaya dan dikenang oleh lingkungan sekitarnya. Karena itu, mahasiswa perlu membangun reputasi melalui sikap, tanggung jawab dan konsistensi.
Apriawan juga menekankan pentingnya networking. Menurutnya, organisasi menjadi salah satu tempat terbaik bagi mahasiswa untuk membangun jaringan yang kelak dapat berpengaruh terhadap karier.
“Networking sangat besar pengaruhnya terhadap kesuksesan dan karier kita di masa yang akan datang,” katanya.
Sementara itu, Alif Wahyudi membagikan pengalaman dari dunia kewirausahaan. Ia menceritakan jatuh bangun dalam merintis usaha serta berbagai pelajaran yang diperoleh selama proses tersebut.
Menurut Alif, pengalaman berorganisasi memiliki kaitan erat dengan dunia usaha. Kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi, membangun relasi dan bekerja bersama orang lain merupakan keterampilan yang dapat diterapkan ketika seseorang menjalankan bisnis.
Ia mengatakan pengalaman yang diperoleh dari organisasi tidak berhenti ketika mahasiswa menyelesaikan studinya. Berbagai keterampilan tersebut justru dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja ataupun membangun usaha sendiri.
Organisasi sebagai Ruang Mengasah Potensi
Talkshow ini merupakan bagian dari rangkaian PMJ 2026 di bawah naungan Departemen SDM HMM FEB-Untad, dalam kepengurusan HMM FEB-Untad periode 2026 di bawah kepemimpinan Rachmat Al Ghiffary sebagai ketua.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa akademik dan organisasi bukan dua hal yang harus dipertentangkan.
Keduanya dapat berjalan beriringan. Akademik memberikan dasar pengetahuan, sementara organisasi menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk menguji pengetahuan itu melalui pengalaman nyata.
Pada akhirnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi bagian dari proses membangun kompetensi, integritas dan jaringan—tiga hal yang akan terus dibutuhkan mahasiswa ketika memasuki dunia profesional, akademik maupun kewirausahaan.