Menjemput Senyum di Balik Paket: Kisah Kurir Palu di Ramadhan yang Sibuk, Pengiriman Capai 7.000 Paket per Hari

Menjemput Senyum di Balik Paket: Kisah Kurir Palu di Ramadhan yang Sibuk, Pengiriman Capai 7.000 Paket per Hari kurir SPX Express Palu Selatan (Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Peristiwa

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu – Bulan Ramadhan bukan hanya menjadi momen peningkatan aktivitas ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga membawa kesibukan luar biasa bagi para kurir ekspedisi. Di balik kemudahan berbelanja online yang dirasakan masyarakat, ada para kurir yang berpacu dengan waktu, panas terik, dan tumpukan paket yang terus bertambah setiap hari. Di gudang SPX Express Palu Selatan yang berada di Jalan Towua, aktivitas pengiriman tampak jauh lebih sibuk dari biasanya dengan lonjakan paket yang bisa mencapai 7.000 kiriman per hari selama Ramadhan.

Tumpukan paket memenuhi area sortir di gudang SPX Express Palu Selatan, menunggu untuk segera diantarkan ke tangan pembeli. Lonjakan pengiriman terjadi seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menjelang Idul Fitri, yang diperkuat oleh berbagai promo Ramadhan dari marketplace.

Dio, Shift Lead SPX Express Palu Selatan, mengatakan bahwa lonjakan pesanan saat Ramadhan sudah menjadi fenomena tahunan. Namun, peningkatannya selalu terasa signifikan.

“Kalau di bulan biasa jumlah paket yang masuk sekitar 3.000 per hari. Tapi saat Ramadhan bisa meningkat sampai 7.000 paket dalam sehari,” ujarnya.

Lonjakan tersebut tidak hanya dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri, tetapi juga berbagai promo Ramadhan yang digelar marketplace. Bahkan, menurut Dio, sekitar 80 persen paket yang dikirim menggunakan sistem pembayaran Cash on Delivery (COD). Menariknya, tidak semua paket yang dikirim berukuran kecil. Banyak juga barang berukuran besar seperti lemari atau perlengkapan interior rumah yang harus diantar oleh kurir.

Tantangan para kurir tidak berhenti di situ. Setiap paket yang masuk diwajibkan untuk diantar pada hari yang sama.

“Paket yang datang hari itu harus langsung kita delivery ke buyer di hari yang sama,” jelas Dio.

Bagi para kurir, hal itu berarti mereka harus bekerja lebih cepat dan lebih efisien, terutama saat menjalankan ibadah puasa. Agusran, salah satu kurir SPX Express Palu Selatan, mengaku bahwa bulan Ramadhan menuntut kurir untuk lebih pandai mengatur waktu. Dalam sehari, mereka harus mengantarkan puluhan paket ke berbagai titik di Kota Palu.

Namun, tidak semua pengantaran berjalan mulus. Ada kalanya pembeli tidak bisa dihubungi atau tidak berada di rumah saat paket diantar.

“Terkadang kita sudah telepon tapi tidak diangkat, sudah datang ke rumah juga orangnya tidak ada. Padahal paket yang harus diantar masih banyak,” kata Agusran.

Situasi seperti ini sering membuat kurir harus mengambil keputusan sulit, apalagi ketika paket tersebut menggunakan sistem COD. Hal serupa juga dialami Fadil, kurir lainnya di SPX Express Palu Selatan. Menurutnya, jika pembeli tidak dapat ditemui, paket biasanya akan diretur ke gudang. Namun, tak jarang keputusan itu justru menimbulkan keluhan dari pembeli.

“Kadang buyer marah karena barangnya diretur, padahal kita sudah coba hubungi dan datang langsung ke rumah,” ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai kendala di lapangan mulai dari pembeli yang sulit ditemui hingga masalah teknis seperti ban bocor atau motor mogok para kurir tetap berusaha menjalankan tugasnya dengan penuh semangat. Di tengah kerasnya pekerjaan, ada juga momen-momen yang membuat mereka merasa dihargai.

Fadil bercerita pernah mendapatkan tip yang cukup besar dari seorang pembeli saat mengantarkan paket di bulan Ramadhan.

“Pernah dapat tip sampai Rp100 ribu,” katanya sambil tersenyum.

Selain itu, perusahaan juga memberikan insentif tambahan bagi kurir yang mampu memenuhi target pengantaran. Jika seorang kurir berhasil mengantarkan 35 paket dalam sehari, mereka akan mendapatkan bonus sebesar Rp50 ribu.

Bagi para kurir, Ramadhan memang membawa tantangan yang lebih berat. Namun di balik kelelahan dan panasnya jalanan siang hari, mereka tetap melaju dari satu rumah ke rumah lain, memastikan setiap paket sampai tepat waktu sebuah kerja sunyi yang sering kali luput dari perhatian, tetapi sangat berarti bagi banyak orang yang menunggu kiriman menjelang hari raya.