Kepala BPS Sulteng Apresiasi Dukungan Bupati Sigi pada Program Desa Cinta Statistik 2026
- Senin, 25 Mei 2026 - 17:07 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Andry
Kepala BPS Sulawesi Tengah, Daryanto, menghadiri pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 di Desa Lolu, Kabupaten Sigi. Sumber foto: Pribadi.
Faktasulteng.id, SIGI – Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, Daryanto, mengapresiasi kehadiran Bupati Mohamad Rizal Intjenae dalam kegiatan pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang digelar di Desa Lolu, Kabupaten Sigi. Kehadiran langsung kepala daerah dinilai menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan pengelolaan data statistik di tingkat desa.
Daryanto menjelaskan, pada tahun 2026 BPS baru menetapkan tiga desa sebagai desa binaan dalam Program Desa Cantik di Kabupaten Sigi, yakni Desa Lolu, Desa Jono Oge, dan Desa Sidera. Menurutnya, jumlah tersebut memang belum sebanding dengan jumlah desa yang ada di Kabupaten Sigi, namun program tersebut menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan data yang lebih baik di desa.
“Kalau kita bicara cukup atau tidak, sebenarnya ini belum cukup. Tetapi kami berpikir yang penting kita mulai dulu, karena tanpa dimulai kita tidak akan pernah mendapatkan hasil. Walaupun baru tiga desa, kami berharap ini menjadi embrio agar ke depan bisa lebih masif lagi sehingga pengelolaan data di setiap desa dapat terlaksana,” kata Daryanto.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan pimpinan daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan program peningkatan literasi statistik di desa.
“Karena kami yakin, kalau pimpinan peduli maka akan diikuti oleh para bawahannya,” ujar Daryanto.
Menurut Daryanto, literasi statistik di tingkat desa saat ini masih relatif rendah. Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan sumber daya manusia (SDM) desa dalam memahami pengelolaan serta pemanfaatan data statistik. Karena itu, melalui Program Desa Cinta Statistik, BPS berharap kemampuan aparatur desa dalam mengelola data dapat terus meningkat demi mendukung pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran.
“Ke depan, data akan menjadi modal utama. Membangun itu mahal, tetapi membangun tanpa data akan jauh lebih mahal. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada desa-desa binaan agar pembelajaran dan tingkat literasi statistik semakin meningkat,” pungkasnya.
Program Desa Cantik diharapkan dapat menjadi fondasi penguatan tata kelola data desa di Sulawesi Tengah, sehingga perencanaan pembangunan dan penanganan persoalan sosial dapat dilakukan secara lebih akurat berbasis data.