Kapolres Tolitoli Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Bacakan Amanat Presiden tentang Transformasi Polri
- Rabu, 01 Juli 2026 - 16:30 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Kartika , Aisyah Galuh
Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolres Tolitoli, Rabu (1/7/2026), sekaligus membacakan amanat Presiden Republik Indonesia yang menekankan transformasi Polri menjadi institusi yang profesional, modern, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat.
Faktasulteng.id, TOLITOLI – Polres Tolitoli menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolres Tolitoli, Rabu (1/7/2026). Upacara dipimpin Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra selaku inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Presiden Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tolitoli Hi. Amran Hi. Yahya, Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Sriyanti Dg. Parebba, Dandim 1305/BT, Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli, Danlanal Tolitoli atau yang mewakili, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, pimpinan perguruan tinggi, BUMN/BUMD, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta Bhayangkari Cabang Tolitoli. Upacara diikuti personel Polres Tolitoli, Kodim 1305/BT, Lanal Tolitoli, Brimob, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, dan gabungan personel dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres Tolitoli.
Dalam amanat yang dibacakan Kapolres, Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa pengesahan Undang-Undang Polri yang baru merupakan bentuk kepercayaan negara dan masyarakat kepada institusi Polri sekaligus menjadi tanggung jawab besar untuk terus berbenah. Presiden juga menekankan bahwa kepercayaan publik harus dijaga melalui kinerja yang nyata dengan mendorong Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Presiden turut mengingatkan seluruh insan Bhayangkara agar menjadikan profesinya sebagai panggilan pengabdian. Setiap tugas harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, setiap pelayanan menjadi kehormatan, dan kepercayaan rakyat harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas kepolisian.
Dalam amanat tersebut juga ditekankan pentingnya memperkuat reformasi kelembagaan Polri, meningkatkan profesionalisme personel, memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi tantangan dan perkembangan kejahatan di era digital.
Selain itu, Presiden mengingatkan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi pelindung masyarakat dari berbagai ancaman yang terus berkembang. Menurutnya, Polri yang kuat akan menjadi fondasi bagi terciptanya Indonesia yang aman dan mendukung terwujudnya Indonesia yang maju.