Gempa M 6,7 di Wilayah Parigi Moutong, BPBD Dirikan Posko Bencana dan Data Rumah Warga yang Alami Kerusakan
- Selasa, 16 Juni 2026 - 21:04 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Laila Hidayati
pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6/2026). Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan di beberapa kecamatan, sementara pasien di RS Anuntaloko sempat dievakuasi ke area aman. BPBD Parigi Moutong mendirikan posko bencana dan terus melakukan pendataan dampak serta kebutuhan mendesak di lokasi terdampak.
Faktasulteng.id, PARIGI MOUTONG – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kabupaten Parigi Moutong pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 11.27 WITA. Guncangan yang terasa cukup kuat memicu kepanikan warga dan mengakibatkan kerusakan rumah di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan PUSDALOPS BPBD Parigi Moutong, gempa berpusat pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Berdasarkan hasil asesmen sementara yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong, sedikitnya 21 rumah warga terdampak, dengan 15 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Lokasi terdampak meliputi Desa Boyantongo di Kecamatan Parigi Selatan, Desa Tolai dan Desa Torue di Kecamatan Torue, Desa Sausu Trans di Kecamatan Sausu, Desa Balinggi di Kecamatan Balinggi, serta Kelurahan Maesa di Kecamatan Parigi.
Rincian rumah terdampak meliputi 6 rumah di Desa Boyantongo, 3 rumah di Desa Tolai, 9 rumah di Desa Torue, 1 rumah di Desa Sausu Trans, 1 rumah di Kelurahan Maesa, dan 1 rumah di Desa Balinggi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh. Rivai, mengungkapkan bahwa hingga berita ini ditulis pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum akibat peristiwa tersebut.
"Belum ada laporan korban jiwa, termasuk kerusakan fasilitas umum dari peristiwa itu. Kami terus melakukan pembaruan informasi kepada masyarakat, terkait penanganan pascagempa," ujarnya.
Tim BPBD juga telah mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain bantuan logistik penanggulangan bencana serta terpal untuk menutupi bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Moh. Rivai menegaskan bahwa data yang dihimpun saat ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
"Data ini masih bersifat sementara, karena Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong.
Selain melakukan pendataan dampak gempa, BPBD Parigi Moutong bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Anuntaloko Parigi mendirikan posko bencana dan melakukan evakuasi sementara terhadap pasien yang berada di dalam ruangan rumah sakit sebagai langkah antisipasi.
"Sempat pasien dievakuasi ke luar ruangan, sekarang sebagian besar sudah kami kembalikan ke ruang perawatan. Meski begitu kami tetap bersiaga, khawatir terjadi gempa susulan," ucap Plt Kepala Rumah Sakit (RS) Anuntaloko, Irwan.
Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Informasi perkembangan pascagempa terus diperbarui oleh Pemkab Parigi Moutong bersama otoritas terkait.
"Jangan panik, dan waspada terhadap peluang terjadinya gempa susulan. Periksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah," ujar Bupati Erwin Burase dalam keterangan tertulisnya.
Pemda Parigi Moutong juga mengajak masyarakat untuk mengikuti arahan petugas dan pemerintah setempat demi keselamatan bersama. Untuk informasi dan pelaporan kejadian bencana, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD melalui nomor 117, WhatsApp 0811 4180 117, atau melalui aplikasi SIBIMO yang tersedia di Play Store.