Gempa M 5,5 Guncang Buol, Warga Mengungsi ke Area Terbuka, Pasien ICU Dilaporkan Meninggal Saat Evakuasi

Gempa M 5,5 Guncang Buol, Warga Mengungsi ke Area Terbuka, Pasien ICU Dilaporkan Meninggal Saat Evakuasi Ilustrasi/Ai/Faktasulteng.id
Peristiwa

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, BUOL – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 mengguncang wilayah timur laut Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026) malam. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 21.46 WITA itu memicu kepanikan warga hingga menyebabkan ribuan masyarakat berhamburan keluar rumah dan memilih bertahan di area terbuka karena khawatir terjadi gempa susulan.

Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada sekitar 32 kilometer timur laut Buol dengan kedalaman 10 kilometer. Hingga berita ini diturunkan, BMKG masih terus melakukan pemutakhiran data dan belum mengeluarkan laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.

Situasi mencekam juga terjadi di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, pasien, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan tampak berhamburan keluar dari rumah sakit sesaat setelah guncangan terasa cukup kuat. Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi demi menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan.

Di sisi lain, kawasan Puncak Kantor Bupati Buol dipadati warga yang menjadikannya sebagai lokasi pengungsian sementara. Sejumlah keluarga terlihat membawa perlengkapan seadanya, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di dalam kendaraan ataupun di ruang terbuka hingga kondisi dinilai aman.

Di tengah kepanikan tersebut, beredar informasi mengenai seorang perempuan yang merupakan pasien ruang Intensive Care Unit (ICU) dilaporkan meninggal dunia setelah dievakuasi oleh keluarganya menuju titik kumpul di kawasan Kantor Bupati Buol.

Informasi awal menyebutkan pasien tersebut dibawa keluar dari rumah sakit saat proses evakuasi berlangsung. Namun, setibanya di lokasi pengungsian sementara, pasien dinyatakan meninggal dunia.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit, pemerintah daerah maupun aparat terkait mengenai penyebab pasti meninggalnya pasien tersebut, termasuk apakah kematian berkaitan langsung dengan proses evakuasi akibat gempa atau kondisi medis yang telah diderita sebelumnya.

Sementara itu, warga Buol masih memilih bertahan di sejumlah titik terbuka hingga larut malam. Kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan membuat sebagian masyarakat enggan kembali ke dalam rumah sebelum ada kepastian kondisi benar-benar aman.

Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait mulai melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat juga diminta hanya mengikuti perkembangan informasi dari BMKG dan pemerintah daerah, serta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan bangunan maupun adanya korban yang membutuhkan pertolongan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa M5,5 yang mengguncang Kabupaten Buol. Faktasulteng.id masih terus menghimpun informasi dari berbagai pihak dan akan memperbarui perkembangan situasi setelah terdapat keterangan resmi dari instansi berwenang.