Dorong Kemandirian Warga Binaan, Lapas Perempuan Palu Hadirkan Coklat Better Kekinian
- Kamis, 22 Januari 2026 - 10:22 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Andri Aziz Azandi
Warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Palu mengikuti kegiatan Dapur Coklat dengan memproduksi Coklat Better varian kekinian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian berbasis UMKM.
Faktasulteng.id, SIGI — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui program berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu wujud nyata program tersebut yakni melalui kegiatan Dapur Coklat yang kembali menghadirkan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Coklat Better bercita rasa kekinian.
Varian terbaru Coklat Better dikreasikan dengan tambahan topping keju dan choco chips sebagai upaya meningkatkan daya tarik produk sekaligus menyesuaikan dengan selera pasar. Inovasi ini menjadi bagian dari strategi Lapas Perempuan Palu dalam meningkatkan kualitas serta daya saing produk hasil karya warga binaan.
Sebanyak lima orang warga binaan terlibat langsung dalam seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan bahan, pencampuran adonan, pencetakan, hingga tahap pengemasan. Kegiatan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir produk, tetapi juga pada proses pembelajaran keterampilan yang berkelanjutan.
Staf Subseksi Pembinaan Lapas Perempuan Palu, Jessy Emilia, yang mendampingi kegiatan tersebut, mengatakan bahwa Dapur Coklat menjadi sarana efektif bagi warga binaan untuk mengasah kreativitas dan keterampilan kewirausahaan.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya diajarkan teknik dasar pembuatan coklat, tetapi juga didorong untuk terus berinovasi dengan berbagai varian rasa dan topping. Kami ingin mereka berani berkreasi dan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual,” ujar Jessy.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Perempuan Palu, Effendy, menjelaskan bahwa pelatihan pembuatan coklat merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis.
“Kami melatih warga binaan agar mampu memproduksi berbagai varian coklat secara mandiri. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal usaha ketika mereka kembali ke masyarakat, sekaligus menambah daftar produk unggulan Lapas Perempuan Palu,” jelasnya.
Effendy menambahkan, pengembangan produk coklat tersebut juga diarahkan untuk mendukung promosi UMKM Pemasyarakatan yang sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Ke depan, produk-produk coklat hasil karya warga binaan akan dipersiapkan untuk diikutsertakan dalam berbagai kegiatan promosi, seperti pameran UMKM dan event lainnya, agar semakin dikenal luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan Dapur Coklat, berinisial NH, mengaku antusias dan bersyukur dapat terlibat langsung dalam proses pembuatan Coklat Better.
“Saya senang bisa ikut kegiatan ini. Selain menambah keterampilan, kami juga belajar membuat coklat dengan berbagai varian yang menarik. Ilmu yang kami dapatkan sangat bermanfaat dan bisa menjadi bekal setelah bebas nanti,” ungkap NH.
Melalui inovasi produk kreatif UMKM seperti Coklat Better, Lapas Perempuan Palu berharap dapat terus menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, serta mendorong warga binaan menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan siap bersaing secara positif setelah menjalani masa pidana.