Daftar 11 Gunung Api yang Erupsi Sepanjang 2026, Semeru Paling Aktif

Daftar 11 Gunung Api yang Erupsi Sepanjang 2026, Semeru Paling Aktif Ilustrasi/Ai/Faktasulteng.id
Peristiwa

Bagikan Berita ini!

JAKARTA, Faktasulteng.id — Aktivitas vulkanik di Indonesia sepanjang 2026 masih menunjukkan dinamika tinggi. Sedikitnya 11 gunung api tercatat mengalami erupsi hingga awal September 2026, dengan Gunung Semeru di Jawa Timur dan Gunung Ibu di Maluku Utara menjadi dua gunung dengan frekuensi letusan tertinggi.

Data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dihimpun hingga 7 September 2026 menunjukkan Gunung Semeru mencatat 1.811 kali kejadian erupsi. Gunung Ibu berada di urutan berikutnya dengan 1.501 kali erupsi.

Di bawah keduanya terdapat Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur dengan 859 kali kejadian. Selanjutnya Gunung Dukono di Maluku Utara tercatat mengalami 230 kali erupsi.

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda juga masih menunjukkan aktivitas tinggi dengan 124 kali kejadian erupsi. Sementara Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur tercatat 97 kali dan Gunung Marapi di Sumatera Barat sebanyak 52 kali.

Aktivitas erupsi juga tercatat pada Gunung Dempo di Sumatera Selatan dan Gunung Karangetang di Sulawesi Utara, masing-masing tiga kali. Gunung Sinabung di Sumatera Utara tercatat dua kali erupsi.

Adapun Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terus memperlihatkan aktivitas vulkanik berupa pertumbuhan dan guguran lava. Gunung tersebut masih berada dalam periode erupsi efusif yang berlangsung secara berkelanjutan.

Enam Gunung Erupsi Bersamaan
Salah satu fenomena vulkanik yang menjadi perhatian terjadi pada 31 Agustus 2026. Pada hari tersebut, enam gunung api Indonesia tercatat mengalami erupsi secara bersamaan.

Keenam gunung itu adalah Gunung Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, Anak Krakatau, dan Sinabung.

Fenomena tersebut tidak berarti terjadi satu rangkaian letusan yang saling berkaitan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan aktivitas keenam gunung tersebut merupakan dinamika vulkanik masing-masing. Erupsi yang terjadi bersamaan tidak disebabkan oleh satu gunung yang memicu letusan gunung lainnya.

Indonesia memiliki 127 gunung api aktif. Dengan jumlah tersebut, kemungkinan beberapa gunung mengalami erupsi dalam waktu berdekatan merupakan bagian dari dinamika sistem vulkanik Indonesia.

Semeru Jadi yang Paling Aktif
Dari sisi jumlah kejadian, Semeru menjadi gunung api dengan aktivitas erupsi paling tinggi sepanjang periode pengamatan 2026.

Gunung yang berada di kawasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu masih berstatus Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi yang berlangsung ditandai dengan letusan yang dapat terjadi sewaktu-waktu serta lontaran material vulkanik di sekitar kawah.

Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, juga menunjukkan aktivitas erupsi yang intens. Gunung tersebut berstatus Level II atau Waspada.

Sementara itu, Lewotobi Laki-laki di Flores Timur menjadi salah satu gunung yang mendapat perhatian besar karena aktivitas erupsinya yang berulang sepanjang tahun.

Ancaman Tidak Hanya dari Letusan
Erupsi gunung api tidak hanya menimbulkan ancaman berupa lava atau awan panas. Bahaya lain dapat berupa guguran lava, lontaran material pijar, hujan abu vulkanik hingga lahar ketika material erupsi bercampur dengan air hujan.

Karena itu, masyarakat di sekitar gunung api diminta mengikuti rekomendasi PVMBG dan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.

Data aktivitas gunung api juga dapat berubah setiap saat. Pemerintah melalui Badan Geologi dan PVMBG terus melakukan pemantauan untuk menentukan perkembangan status masing-masing gunung serta rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

Gunung Api Indonesia yang Erupsi Januari 2026 - September 2026
Gunung Api Indonesia yang Erupsi Januari 2026 - September 2026

 

Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik, tempat pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif. Kondisi geologi tersebut membuat Indonesia memiliki jumlah gunung api aktif yang sangat besar sekaligus menjadikan aktivitas vulkanik sebagai bagian dari dinamika alam yang harus terus dipantau. (**)