BMKG: 25 Zona Musim di Sulteng Masih Kemarau, Sejumlah Wilayah Waspada Kekeringan
- Selasa, 01 September 2026 - 10:05 WITA
Buletin Musim Kemarau BMKG Sulteng. (Foto/IST)
Faktasulteng.id, Palu —* Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah di Sulawesi Tengah untuk mewaspadai kondisi cuaca dan iklim pada periode Dasarian I September 2026.
Dalam buletin peringatan dini yang diterbitkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV pada 31 Agustus 2026, BMKG menyebut sebanyak 25 dari 29 zona musim (ZOM) di Sulawesi Tengah masih mengalami musim kemarau* hingga Dasarian II Agustus 2026.
Sementara itu, tidak terdapat zona musim yang tercatat mengalami hujan pada periode tersebut. Satu zona tercatat memiliki musim hujan sepanjang tahun, sedangkan tiga zona mengalami musim kemarau sepanjang tahun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena BMKG juga memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami *kekeringan meteorologis* pada periode 1–10 September 2026.
Sejumlah Wilayah Berpotensi Mengalami Kekeringan
Peringatan dini kekeringan meteorologis dikelompokkan BMKG dalam tiga kategori, yakni waspada, siaga, dan awas.
Di Banggai, wilayah yang masuk dalam pemetaan antara lain Lamala, Balantak, Nuhon, Kintom, Bualemo, Bunta, Lobu, Luwuk, Luwuk Utara dan Pagimana.
Di Poso, wilayah yang masuk dalam daftar antara lain Poso Kota Utara, Lore Timur, Lage, Poso Kota, Poso Pesisir Selatan, Pamona Utara, Pamona Barat dan Pamona Selatan.
Sementara di Tojo Una-Una, wilayah yang tercatat meliputi Ampana Kota, Ulubongka, Ampana Tete, Tojo Barat, Tojo, Una-Una dan Walea Kepulauan.
Ancaman kekeringan juga teridentifikasi di sejumlah wilayah Tolitoli, yakni Dampal Utara, Ogodeide, Basidondo, Galang, Dampal Selatan dan Lampasio.
Di Banggai Kepulauan, wilayah yang masuk dalam peringatan meliputi Bulagi, Tinangkung Selatan, Buko Selatan dan Tinangkung Utara.
Kota Palu hingga Sigi Masuk Pemetaan
Peringatan kekeringan meteorologis juga mencakup sejumlah wilayah lain di Sulawesi Tengah.
Di Buol, wilayah yang tercatat meliputi Bukal, Bunobogu, Lakea, Momonu dan Paleleh. Sementara di Donggala, wilayah yang masuk dalam pemetaan antara lain Sindue, Banawa Selatan, Balaesang, Labuan, Sojol dan Sojol Utara.
Untuk Kota Palu, BMKG mencatat seluruh kecamatan masuk dalam wilayah peringatan kekeringan meteorologis.
Adapun di Morowali, wilayah yang tercatat adalah Witaponda dan Bahodopi. Di Morowali Utara, meliputi Mori Atas dan Mori Utara.
Di Parigi Moutong, wilayah yang masuk pemetaan adalah Bolano Lambunu, Palasa dan Moutong.
Sedangkan di Sigi, wilayah yang tercatat meliputi Dolo Selatan, Lindu, Sigi Biromaru, Kinovaro, Dolo, Gumbasa, Pipikoro dan Marawola.
Potensi Hujan Lebat di Donggala dan Sigi
Di tengah dominasi musim kemarau, BMKG juga memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah pada awal September.
Pada 1 September, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Pinembani, Donggala. Kemudian pada 2 September, potensi serupa diprakirakan terjadi di Rio Pakava, Donggala.
Sementara pada 4 September, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Nokilalaki dan Palolo, Kabupaten Sigi.
Untuk 3, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10 September, BMKG tidak mencantumkan wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dalam prakiraan tersebut.
Meski demikian, BMKG menyatakan tidak terdapat wilayah di Sulawesi Tengah yang masuk kategori peringatan dini curah hujan tinggi* untuk kategori waspada, siaga maupun awas pada periode 1–10 September 2026.
Dipengaruhi Kondisi El Nino Sangat Kuat
Secara regional dan global, BMKG mencatat kondisi *ENSO berada pada fase El Nino dengan intensitas sangat kuat, dengan indeks SST Nino3.4 mencapai +2,22.
Sementara itu, kondisi IOD berada pada fase netral* dan diprediksi bergerak menuju fase IOD positif setidaknya hingga Oktober 2026.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari parameter iklim yang digunakan BMKG dalam menyusun prospek cuaca dan iklim Sulawesi Tengah.
BMKG Minta Pemerintah dan Masyarakat Waspada
BMKG merekomendasikan agar informasi peringatan dini tersebut menjadi bahan kewaspadaan dan pertimbangan dalam melakukan langkah mitigasi terhadap dampak ikutan dari kondisi cuaca dan iklim.
Informasi lebih rinci mengenai perkembangan iklim, prakiraan cuaca serta peringatan dini dapat diperoleh melalui kantor UPT BMKG terdekat.
Dokumen tersebut bersumber dari data *Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri* dan *Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri Palu*.