Ambo Dalle Terharu Lihat Bupati Tojo Una-Una Kenakan Baju Munas KAHMI XI Saat Pelantikan HIPKA
- Senin, 27 April 2026 - 23:48 WITA
- Editor: Abdy Nusantara
- | Penulis: Abdy Nusantara
Pelantikan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPD HIPKA) Tojo Una-Una periode 2026–2031.
Faktasulteng.id, TOJO UNA-UNA — Ada momen yang tak biasa dalam pelantikan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPD HIPKA) Tojo Una-Una periode 2026–2031, Senin malam (27/4/2026). Di tengah agenda resmi yang berlangsung khidmat, perhatian Ketua BPW HIPKA Sulawesi Tengah, H. Ambo Dalle, justru tertuju pada hal sederhana: baju yang dikenakan Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu.
Bukan tanpa alasan. Ilham Lawidu hadir mengenakan baju Munas KAHMI XI—sebuah simbol yang bagi Ambo Dalle mencerminkan ikatan emosional yang kuat terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI).
“Saya terharu melihat beliau mengenakan baju Munas KAHMI XI. Ini menandakan kecintaan terhadap HMI,” ujar Ambo Dalle dalam sambutannya.
Momen itu seakan menjadi penegas bahwa pelantikan HIPKA bukan sekadar agenda organisasi, melainkan juga ruang temu nilai dan semangat kealumnian yang terus hidup. Di hadapan para pengurus yang baru dilantik, Ambo Dalle kemudian mengarahkan pesan yang lebih strategis: perubahan orientasi kader KAHMI.
Menurutnya, kehadiran HIPKA adalah jawaban atas kebutuhan zaman. Ia ingin mendorong pergeseran paradigma, bahwa kader KAHMI tidak hanya dikenal di panggung politik, tetapi juga harus kuat di dunia kewirausahaan.
“Kenapa kita ber-HIPKA? Karena kita ingin menggeser orientasi berpikir. KAHMI tidak hanya berpolitik, tapi juga harus kuat di dunia entrepreneur,” tegasnya.
Di wilayah Tojo Una-Una yang kaya sumber daya alam, pesan itu terasa relevan. HIPKA diharapkan menjadi simpul jejaring bisnis—tempat bertemunya gagasan, peluang, dan kolaborasi.
Ambo Dalle menyebut, organisasi ini harus mampu membangun konektivitas antar pelaku usaha, termasuk dalam bertukar informasi terkait potensi sumber daya alam yang bisa dikelola bersama.
“HIPKA ini diciptakan untuk membangun jejaring bisnis. Kita bisa saling bertukar informasi, termasuk potensi SDA yang bisa dikembangkan,” jelasnya.
Ia juga memberikan penekanan khusus kepada pengurus yang dipimpin dr. Andhika Akasse agar segera melakukan konsolidasi organisasi dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi ini dinilai penting, terlebih Bupati Tojo Una-Una merupakan alumni HMI sekaligus bagian dari dewan pembina HIPKA setempat.
Sementara itu, Ketua BPD HIPKA Tojo Una-Una, dr. Andhika Akasse, menegaskan komitmennya menjadikan HIPKA sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Ia menyoroti sektor tambak udang sebagai salah satu potensi unggulan.
Menurutnya, komoditas udang memiliki nilai ekonomi tinggi, dengan potensi pendapatan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per hektare. Pengembangan sektor ini diyakini dapat menciptakan efek berganda yang mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
HIPKA Tojo Una-Una, lanjutnya, juga akan fokus melahirkan pelaku usaha baru serta membuka akses permodalan melalui kolaborasi dengan sektor perbankan.
Pelantikan malam itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjelma sebagai titik temu antara nostalgia, identitas, dan arah baru—bahwa dari semangat kealumnian, lahir dorongan untuk membangun kemandirian ekonomi yang lebih kuat dan berdampak bagi masyarakat.