RESMI: 5 Program Pendidikan Strategis Sulteng 2026, Bebaskan PAUD, Internet, Hingga Program 'BERANI Cerdas' untuk Guru

RESMI: 5 Program Pendidikan Strategis Sulteng 2026, Bebaskan PAUD, Internet, Hingga Program 'BERANI Cerdas' untuk Guru Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Bersama Bunda Guru, Sri Nirwanti Bhasoan, Hadiri HUT PGRI ke 80 dan Hari Guru Nasional 2025 di Pantai Matano, Morowali.
Pendidikan

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, MOROWALI — Langit di atas Anjungan Pantai Matano, Kabupaten Morowali, Sabtu (6/12/2025) kemarin, sangat cerah, seolah menjadi saksi bisu dari luapan harapan ribuan pendidik. Mereka berkumpul, merayakan Hari Ulang Tahun PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025. Namun, di balik seremonial meriah bertema “Guru Bermutu, Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas,” tersimpan kegelisahan lama yang menyelimuti para pahlawan tanpa tanda jasa di Sulawesi Tengah: pembiayaan peningkatan kompetensi.

Persoalan ini bukan lagi rahasia. Banyak guru di Sulteng yang memiliki gairah untuk mengasah diri, namun acap kali terbentur dinding dana. Menyadari kegelisahan ini, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, tampil membawa janji yang menggairahkan.

“Tanpa guru, Sulawesi Tengah tidak akan maju seperti sekarang. Masa depan anak-anak Sulteng ada di tangan kalian,” tegas Anwar Hafid di hadapan Guru se-sulawesi tengah itu..

Intervensi Besar untuk Target Emas

Pidato Anwar Hafid bukan sekadar sanjungan. Itu adalah panggilan darurat yang disandingkan dengan solusi terstruktur. Ia membeberkan fakta yang menjadi fondasi bagi kebijakan daerah: Rata-rata Lama Sekolah di Sulteng saat ini masih berada di angka 9 tahun, setara dengan tamat SMP. Angka ini jauh dari ambisi untuk mengejar target krusial Indonesia Emas 2045.

Inilah yang melahirkan cetak biru "intervensi besar" Pemerintah Provinsi. Mulai tahun 2026, Gubernur Anwar Hafid mengumumkan lima program strategis yang bertujuan memangkas ketertinggalan pendidikan, di antaranya:

  1. Pemberian rekomendasi khusus bagi guru untuk mengikuti Program BERANI Cerdas, membuka akses peningkatan kompetensi yang selama ini terhambat oleh pembiayaan.

  2. Pembiayaan Penuh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) oleh pemerintah.

  3. Wajib Belajar 13 Tahun (PAUD–SMA), memperluas jangkauan pendidikan dasar hingga menengah.

  4. Pendirian Sekolah Rakyat di seluruh kabupaten/kota, memastikan tidak ada lagi wilayah yang terisolasi dari akses pendidikan berkualitas.

  5. Pemasangan internet di semua sekolah, mempersiapkan generasi muda Sulteng menghadapi era digital.

Melalui program ini, pemerintah provinsi tidak hanya ingin guru menjadi lebih kompeten, tetapi juga ingin memastikan setiap anak di Sulteng menuntaskan pendidikan hingga jenjang SMA. Gubernur bahkan menekankan perlunya pendataan ketat terhadap kelanjutan pendidikan setiap anak dari SD hingga SMA, sebagai langkah untuk mengukur dan mengejar target 'Emas' tersebut.

Pilar Kesejahteraan dan Integritas

Anwar Haid

Tak hanya soal infrastruktur dan kompetensi, human interest dalam perayaan ini mencapai puncaknya ketika Anwar Hafid meminta PGRI untuk menjadi mitra strategis.

Ia secara resmi meminta Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini, S.Pd., M.Si, untuk menyusun rekomendasi resmi yang akan dijadikan dasar kebijakan pendidikan daerah. Poin utamanya adalah perlindungan hukum dan peningkatan kesejahteraan guru. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi tanpa batas para pendidik yang ia sebut sebagai pilar kemajuan daerah.

Menyambut seruan tersebut, Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini, menyatakan dukungan penuh. Bagi Syam, penguatan kolaborasi ini adalah momentum penting.

“Guru harus tegas, menjaga integritas, dan membimbing siswa menjadi manusia beriman serta berakhlak,” ujarnya, menguatkan bahwa kebijakan yang berpihak pada guru harus dibalas dengan dedikasi yang utuh.

Di penghujung acara yang dihadiri pula oleh Ibunda Guru Sulteng Ny. Sry Nirwanti Bahasoan dan jajaran pemangku kepentingan pendidikan, janji yang terucap di Pantai Matano ini seolah menjadi mercusuar baru. Ia bukan sekadar janji, melainkan sebuah kontrak moral antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat, demi mewujudkan visi besar: Generasi Emas Sulawesi Tengah.

(red/faktasulteng.id)