Raih Predikat 'UNGGUL' Prodi S1 Manajemen Untad Bersiap Menuju Akreditasi Internasional

Raih Predikat 'UNGGUL' Prodi S1 Manajemen Untad Bersiap Menuju Akreditasi Internasional Kolase Foto: Akreditasi Unggul Prodi S1 Manajemen, Untad, serta Foto Koordinator Prodi S1 Manajemen Untad, Harnida W Adda, Ph.D. bersama Ketua Direktur Eksekutif LAMEMBA, Prof. Ina Primiana
Pendidikan

Bagikan Berita ini!

 

Faktasulteng.id, UNTAD – Dalam lanskap pendidikan tinggi yang kian kompetitif, label "Unggul" bukan sekadar predikat administratif. Di balik cap yang baru disematkan oleh LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi) kepada Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako, tersimpan sebuah narasi panjang tentang komitmen kolektif, visi yang berakar pada lokalitas, dan semangat pantang menyerah. Ini adalah kisah tentang bagaimana sebuah prodi di jantung Sulawesi Tengah menancapkan tonggak penting, bukan sebagai akhir, melainkan sebagai awal dari perjalanan menuju panggung Asia Tenggara.

Akar Lokal, Ambisi Global: Membangun Visi 2030

Jauh sebelum predikat "Unggul" diraih, Prodi S1 Manajemen FEB Untad telah menetapkan sebuah peta jalan ambisius: menjadi program studi yang unggul di Asia Tenggara pada tahun 2030 dalam penerapan ilmu manajemen berbasis Bisnis Lokal Orientasi Global (BLOG). Visi ini adalah anomali yang indah—perpaduan cerdas antara kearifan lokal dengan daya saing global.

Koordinator Program Studi, Harnida Wahyuni Adda, Ph.D., menegaskan bahwa capaian Akreditasi Unggul ini adalah manifestasi konkret dari filosofi tersebut. "Akreditasi Unggul ini bukan hanya simbol prestasi, tetapi cerminan dari budaya akademik yang terus tumbuh, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu manajemen yang relevan dengan kebutuhan zaman," ujarn Harnida, menekankan bahwa kualitas haruslah teruji dan adaptif. Capaian ini menjadi fondasi data yang kokoh—bukti nyata bahwa misi mereka, yang didukung penuh pimpinan fakultas dan universitas, berjalan pada rel yang benar.

Jejak Kolaborasi dan 'Continuous Improvement'

Perjalanan menuju 'Unggul' tidaklah instan. Dipimpin oleh Ketua Tim Akreditasi, Wiri Wirastuti, S.E., M.M., tim akreditasi bekerja intensif selama lebih dari satu tahun. Ini bukan sekadar proses pengumpulan dokumen, melainkan sebuah audit jiwa institusi, menelaah capaian, kurikulum, tata kelola, hingga sistem penjaminan mutu dalam empat tahun terakhir.

Proses akreditasi bertransformasi menjadi momentum kolaborasi dan pembentukan karakter. Seluruh sivitas akademika didorong untuk tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan continuous improvement. Penguatan digitalisasi pembelajaran, riset berbasis BLOG, dan perluasan kerja sama strategis dengan industri dan kampus internasional menjadi motor penggerak.

"Kunci keberhasilan kami adalah kolaborasi. Semua pihak, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra eksternal, ikut berkontribusi aktif. Akreditasi ini adalah hasil kerja bersama, bukan hasil individu,” tegas Dr. Harnida, memberikan penghormatan pada sinergi lintas pihak sebagai faktor penentu.

Jaminan Mutu dan Etika di Era Digital

Dampak dari predikat "Unggul" ini bersifat ganda. Bagi institusi, ia adalah jaminan mutu yang diakui secara nasional dan internasional. Bagi mahasiswa, ia adalah pembuka gerbang menuju peluang beasiswa, program pertukaran pelajar, riset kolaboratif, dan, yang terpenting, penguatan karier profesional di dunia industri global.

Namun, di tengah hiruk pikuk digitalisasi, Prodi S1 Manajemen FEB Untad menyematkan fokus kritis lainnya: pembentukan karakter Generasi Z yang etis. Dalam pandangan prodi, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi. Mereka harus menjadi inovator yang beretika dan berkarakter, mampu menyeimbangkan kecerdasan digital dengan nilai-nilai kemanusiaan.

"Tujuan kami adalah menjadikan mahasiswa tidak sekadar berdaya saing, tetapi juga berdaya guna,” jelas Dr. Harnida. “Kami ingin mereka memaksimalkan potensinya sebagai sumber daya manusia unggul, yang berpikir global, berperilaku etis, dan berakar pada nilai-nilai lokal.” tambahnya.

 

Babak Baru Menuju Akreditasi Internasional

Predikat Unggul dari LAMEMBA adalah pencapaian monumental, namun, dalam dialektika kemajuan, ia hanyalah sebuah titik singgah. "Akreditasi Unggul bukanlah akhir, tetapi awal dari babak baru perjalanan kami menuju visi besar tahun 2030," tutup Dr. Harnida dengan penuh optimisme.

Langkah selanjutnya telah dipersiapkan: mengejar akreditasi internasional, penguatan riset berbasis BLOG yang lebih mendalam, digitalisasi tata kelola akademik, dan perluasan jejaring global. Program Studi S1 Manajemen FEB Untad telah membuktikan bahwa dengan kerja kolektif dan fondasi data yang kuat, cita-cita besar di Asia Tenggara bukanlah sekadar impian, melainkan tujuan yang sedang mereka raih, selangkah demi selangkah. 

Sertifikat Akreditasi 'UNGGUL' Program Studi S1 Manajemen FEB-UNTAD