Pemda Tolitoli Dorong Penguatan Kompetensi Guru Tangani Anak Berkebutuhan Khusus

Pemda Tolitoli Dorong Penguatan Kompetensi Guru Tangani Anak Berkebutuhan Khusus kegiatan Penguatan Kompetensi Guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus di Hotel Mitra Utama. (Foto: Kartika/Faktasulteng.id)
Pendidikan

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Tolitoli - Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kompetensi Guru dengan tema “Menangani Anak Berkebutuhan Khusus pada Sekolah Inklusi Menggunakan Pendekatan Multisensori”, Selasa (30/9/2025), bertempat di Hotel Mitra Utama.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Moh. Syukron, mewakili Bupati Tolitoli. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli, Usman, narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tengah, Heriwati, serta Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli, Harton Y. Daud. Sebanyak 50 guru dari jenjang TK, SD, dan SMP turut serta dalam pelatihan ini.

Dalam laporannya, Harton Y. Daud menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran inklusi. Fokus utama meliputi penguatan pemahaman guru terhadap karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, peningkatan keterampilan merancang strategi pembelajaran berbasis multisensori, kemampuan melakukan modifikasi pembelajaran sesuai kebutuhan anak, serta praktik kreatif melalui studi kasus dan simulasi.

“Peserta kegiatan terdiri dari 3 guru TK, 27 guru SD, dan 20 guru SMP dengan total 50 orang. Harapannya, pelatihan ini dapat berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan inklusi serta menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang adil, adaptif, dan bermanfaat bagi seluruh peserta didik,” ungkap Harton.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli, Usman, dalam sambutannya menekankan bahwa kesabaran merupakan kunci utama dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. “Guru terbaik sesungguhnya adalah orang tua. Karena itu, kami berharap para guru dapat mengambil peran dengan penuh kesabaran dalam menyikapi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tolitoli yang diwakili oleh Moh. Syukron menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak semua anak, tanpa terkecuali termasuk anak berkebutuhan khusus. “Penguatan kompetensi guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus adalah langkah nyata. Pendekatan multisensori sangat sesuai karena setiap anak belajar dengan cara yang berbeda. Guru harus kreatif dan mampu menyesuaikan diri dalam mendampingi mereka,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tolitoli menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan inklusi, sekaligus memperkuat peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan berkeadilan bagi semua peserta didik.

(Kartika)