Pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Sigi Ikuti Pembekalan Lomba Resensi Buku, Pemkab Dorong Budaya Literasi

Pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Sigi Ikuti Pembekalan Lomba Resensi Buku, Pemkab Dorong Budaya Literasi Lomba Resensi Buku Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Sigi Tahun 2026 di Auditorium BRMP Sulawesi Tengah, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kamis (30/7/2026).
Pendidikan

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi terus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Pembekalan Peserta Lomba Resensi Buku Tingkat SMP/MTs Sederajat se-Kabupaten Sigi Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Auditorium Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menjadi bekal awal bagi para peserta sebelum mengikuti tahapan kompetisi sekaligus mendukung penguatan budaya membaca di lingkungan pelajar.

Pembekalan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam meresensi buku, membentuk karakter, melatih berpikir kritis, serta mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis. Selain itu, peserta juga memperoleh materi mengenai teknik menganalisis dan menyusun resensi buku, serta keterampilan membuat video resensi yang kreatif dan komunikatif. Materi tersebut disesuaikan dengan perkembangan teknologi digital agar peserta mampu menyampaikan ulasan buku melalui media yang lebih menarik.

Mewakili Bunda Literasi Kabupaten Sigi, Hj. Siti Halwiyah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi, Imron Noor, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa lomba resensi buku tidak semata-mata bertujuan melahirkan para juara, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya membaca di kalangan pelajar.

"Lomba Resensi Buku bukan sekadar ajang kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya membangun budaya membaca, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, serta melatih kemampuan menulis dan menyampaikan gagasan secara sistematis," ujarnya.

Imron Noor juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi kejujuran dan orisinalitas dalam berkarya. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap isi buku jauh lebih penting daripada sekadar mengejar prestasi.

Selain itu, para pelajar didorong untuk memanfaatkan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sigi maupun perpustakaan sekolah sebagai pusat belajar, berdiskusi, dan mengembangkan wawasan. Apresiasi juga disampaikan kepada para guru pendamping yang telah membina dan memotivasi siswa sehingga dapat mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan pembekalan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Forum Anak Kabupaten Sigi, Camat Dolo, serta Kepala Desa Maku. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan lintas sektor dalam penguatan budaya literasi di Kabupaten Sigi.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sigi berharap ekosistem literasi terus berkembang hingga menjangkau seluruh wilayah. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi muda yang gemar membaca, terampil menulis, berpikir kritis, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.