Lepas Siswa Magang ke Negeri Sakura, Wakil Bupati Tolitoli: Tunjukkan Anak-Anak Pelosok Negeri Mampu Bersaing di Kancah Dunia
- Rabu, 30 Juli 2025 - 19:48 WITA
- Editor: Nasha
Wakil Bupati Tolitoli, Moh. Besar Bantilan, melepas empat siswa LPK Yuuki Shorai Indonesia Cabang Tolitoli yang akan mengikuti program magang ke Jepang di Kantor LPK Yuuki Shorai. (Foto: Nasha/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, TOLITOLI - Wakil Bupati Tolitoli, Moh. Besar Bantilan, secara resmi melepas keberangkatan empat siswa yang akan mengikuti program magang di Negeri Sakura, Jepang, pada Rabu, 30 Juli 2025. Acara pelepasan berlangsung di kantor Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yuuki Shorai Indonesia Cabang Tolitoli yang terletak di Jl. R.A Kartini No. 07, tepat di depan Kantor Damkar Tolitoli.
Dalam sambutannya, Moh. Besar Bantilan memberikan pesan khusus kepada para siswa yang akan berangkat ke Jepang.
“Tunjukkan bahwa anak-anak di pelosok negeri mampu bersaing di kancah dunia,” tegasnya.
Menurutnya, keikutsertaan dalam program magang berskala internasional ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi generasi muda lainnya untuk menimba ilmu dan pengalaman di luar negeri.
Ia juga menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian luar biasa yang diraih oleh daerah Tolitoli. Ia mengapresiasi kesiapan para siswa, baik dari segi keterampilan, penguasaan bahasa, hingga mentalitas kerja, sehingga dari 18 siswa yang diajukan, empat orang berhasil terpilih untuk berangkat.
Moh. Besar Bantilan menegaskan bahwa program magang ini sangat relevan di tengah tantangan dunia kerja saat ini. Ia menyebutkan bahwa pada awal tahun 2025, sekitar 70 ribu pekerja di Indonesia kehilangan pekerjaan akibat tutupnya berbagai toko dan perusahaan. Oleh karena itu, kesempatan magang seperti ini sangat dibutuhkan sebagai solusi dan peluang baru bagi para pemuda.
Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada seluruh siswa agar belajar dengan sungguh-sungguh dan menyerap nilai-nilai budaya kerja Jepang.
“Bawa pulang nilai-nilai positif yang nantinya mampu mengembangkan daerah. Jadikan pengalaman ini sebagai yang berharga bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi motivator untuk semua,” tambahnya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Yusuf, Ketua Pelaksana Program Magang di LPK Yuuki Shorai Indonesia Cabang Tolitoli, dan Ardi, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tolitoli. Keduanya berharap para siswa dapat menjaga nama baik daerah dan kembali ke tanah air dengan membawa ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi masyarakat.
Yusuf menambahkan bahwa program pemagangan ini juga membawa filosofi dari dua pepatah Jepang:
- Nana Korobi Yaoki, yang berarti “jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali”, mengajarkan untuk tidak menyerah dan selalu bangkit.
- Senrino Michi Moippo Kara, yang berarti “perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah”, sebagai pengingat bahwa setiap langkah kecil adalah awal menuju keberhasilan besar.
“Dengan adanya dua pepatah ini, mari kita terus melangkah maju,” ucap Yusuf.
Adapun empat siswa yang akan mengikuti program magang di Jepang adalah:
- Aditya - Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan
- M. Fajri - Desa Diule, Kecamatan Tolitoli Utara
- Sahrul - Desa Galumpang, Kecamatan Dako Pamean
- M. Ridhan - Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang (Nasha)