Anwar Hafid Dorong Sinkronisasi Program, Rakerda Tolitoli Jadi Momentum Percepatan Pembangunan
- Jumat, 03 Oktober 2025 - 13:09 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya sinergi pembangunan antara Pemprov Sulteng dan Pemkab Tolitoli pada forum Rakerda di Tolitoli. (Foto: Ist)
Faktasulteg.id, TOLITOLI - Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Tolitoli, Jumat, 3 Oktober 2025, menjadi ajang konsolidasi program pembangunan lintas daerah. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, hadir bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, Ketua TP-PKK Sry Nirwanti Bahasoan, dan jajaran kepala OPD, menegaskan pentingnya sinergi antara provinsi dan kabupaten.
Bupati Tolitoli, Amran H. Yahya, membuka forum dengan memaparkan potensi daerah di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan. Namun, ia juga menggarisbawahi sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dukungan pemerintah provinsi, mulai dari kebutuhan alat pertanian, penanganan banjir, pemanfaatan aset Pemprov, evaluasi izin usaha mangkrak, hingga percepatan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan jaringan internet desa.
Menanggapi hal itu, Gubernur Anwar menekankan perlunya kejelasan data dan detail anggaran sebelum program dijalankan. “Kita ingin memastikan tidak ada satu pun warga miskin yang tercecer dari program bantuan. Data harus akurat, agar kebijakan yang lahir betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Anwar Hafid.
Ia juga menyoroti implementasi Program Sembilan Berani, terutama Berani Cerdas dan Berani Sehat. Sejak 2021 hingga 2025, tercatat 1.000 mahasiswa asal Tolitoli menerima beasiswa senilai Rp3,27 miliar. Sementara itu, lebih dari 102 ribu warga Sulteng kini dijamin berobat gratis, dengan Pemprov menggelontorkan Rp37 miliar untuk pembayaran iuran BPJS dalam tujuh bulan terakhir.
“Berani Cerdas tidak akan pernah ditutup, mahasiswa silakan terus mendaftar. Demikian pula Berani Sehat, jangan sampai ada rakyat yang tidak terlayani hanya karena persoalan administrasi atau tunggakan iuran. Pemerintah Provinsi yang akan menjamin,” tegas Anwar.
Selain Gubernur dan Bupati, forum Rakerda turut dihadiri Wakil Bupati Moh. Besar Bantilan, Ketua TP-PKK Tolitoli Sriyanti Dg Parebba, anggota DPRD Sulteng Fauzan dan Murmansya Bantilan, Ketua DPRD Tolitoli, Forkopimda, hingga perwakilan BI, OJK, BPS, akademisi, dan tokoh masyarakat.
Rakerda diharapkan menghasilkan kesepahaman bersama, bukan hanya untuk mempercepat pembangunan di Tolitoli, tetapi juga memperkuat konektivitas pembangunan antara kabupaten dan provinsi. (**)