Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun, Dinas Pendidikan Tolitoli Lakukan Penguatan Kepada Pokja Bunda PAUD
- Kamis, 24 Juli 2025 - 19:10 WITA
- Editor: Nasha
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli gelar penguatan Pokja Bunda PAUD sebagai langkah mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun, dihadiri Bupati, Ketua DPRD, dan para pemangku kepentingan pendidikan. (Foto: Nasha/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, TOLITOLI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli menggelar kegiatan penguatan kepada Pokja Bunda PAUD dalam rangka mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Hotel Mitra Utama, Tolitoli, pada Kamis, 24 Juli 2025, pukul 10.00 s.d 11.00 WITA.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tolitoli, Usman Taba, Ketua DPRD Tolitoli sekaligus Bunda PAUD, Ny. Sriyanti Dg. Parebba, narasumber, serta para Bunda PAUD dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Tolitoli.
Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Patriot Baolan, dan Mars Bunda PAUD.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tolitoli, Usman Taba, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun yang merupakan kewajiban pendidikan di Indonesia, dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
“Seperti yang selalu digaungkan oleh Bapak Bupati agar bersama-sama menjadikan anak sebagai anak yang cerdas, berkarakter, dan tidak hanya pintar dalam otak, namun juga memiliki pendidikan yang baik,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Tolitoli dalam mendukung pendidikan menyeluruh, tidak hanya pada jenjang SD dan SMP, namun juga hingga SMA, sehingga total pendidikan mencapai 13 tahun. Hal ini bertujuan untuk menekan angka putus sekolah di tengah pesatnya perkembangan pendidikan. Selain itu, ia menekankan bahwa alasan ekonomi seharusnya tidak menjadi hambatan karena pemerintah telah menganggarkan dukungan pendidikan tersebut.
“Tentunya hal itu bisa dicapai dengan kerja sama bersama, terutama oleh Kepala Desa dan Kepala Sekolah agar nantinya sekolah yang akan dibangun tersebut bisa tersiapkan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tolitoli atas kerja keras dan upaya mereka dalam memajukan pendidikan di daerah.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk memajukan wilayah Kabupaten Tolitoli selama 1 atau 2 tahun ke depan, tapi untuk memajukan wilayah Kabupaten Tolitoli sampai 20 tahun ke depan karena apa yang dirasakan sekarang merupakan usaha dan harapan dari 20 tahun yang lalu, sehingga berbuatlah yang terbaik,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan sangat bergantung pada usaha kolektif, termasuk para Bunda PAUD di desa dan kota.
“Kemajuan sebuah pendidikan tergantung bagaimana usaha untuk memajukan pendidikan itu sendiri dan hal itu tergantung pada diri kita sendiri termasuk Bunda PAUD yang ada di desa dan kota,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Kepala Desa dan Kepala Sekolah dalam memajukan pendidikan serta mengajak seluruh pihak untuk terus semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Tolitoli.
“Semoga langkah ini dapat mewujudkan pendidikan yang lebih baik,” harapnya.
Ke depan, Dinas Pendidikan Tolitoli juga telah merancang program seleksi dan penetapan lokasi pembangunan sekolah baru yang diperuntukkan bagi anak-anak yang terancam putus sekolah, khususnya di wilayah Kecamatan Tolitoli Utara. Sekolah tersebut akan difokuskan untuk anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan, bukan memindahkan siswa dari sekolah lain.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama. (Nasha)