DPRD Sulteng Apresiasi Pembukaan Pameran Khusus Koleksi Arkeologi di Museum Daerah
- Selasa, 18 November 2025 - 09:16 WITA
- Editor: Apri
- | Penulis: Redaksi
Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi Bersama Rombongan Pemprov disambut dengan Tarian Daerah di Meseum Daerah Sulteng, Jl Kemiri, Kota Palu, Senin 17 November 2025. (Foto: Humas DPRD Sulteng)
Palu, Faktasulteng.id – DPRD Provinsi Sulawesi Tengah memberi apresiasi atas dibukanya Pameran Khusus Koleksi Arkeologi di Museum Daerah Sulawesi Tengah, Senin, 17 November 2025. Pameran bertema “Jejak Peradaban, Benang Merah Masa Lalu, Kini, dan Esok” ini digelar UPT Museum Dinas Kebudayaan Sulteng di Gedung Auditorium Museum, Jalan Kemiri 23 A, Palu.
Acara pembukaan dilakukan Gubernur Sulteng melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto. Sejumlah pejabat hadir, termasuk Kepala UPT Museum Drs. Rim M. Hum, Kepala Dinas Kebudayaan Andi Kemal Lembah, perwakilan Dinas Pendidikan Sulteng, Bank Indonesia, Balai Pelestarian Kebudayaan, praktisi budaya, dan akademisi.
Pameran ini menjadi rangkaian peringatan Hari Pahlawan 2025 serta upaya memperkuat pelestarian sejarah dan identitas budaya masyarakat Sulawesi Tengah. Beragam koleksi arkeologi dipamerkan untuk menunjukkan perjalanan peradaban daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pameran. Ia menekankan peran museum sebagai ruang pembelajaran publik.
“Pameran ini langkah penting menjaga dan memperkenalkan kembali jejak peradaban Sulawesi Tengah. Warisan sejarah kita sangat kaya, dan tugas bersama memastikan kekayaan itu tidak hilang,” kata Hidayat. Ia menambahkan bahwa museum harus menjadi ruang edukasi yang hidup dan mudah diakses generasi muda.
Komisi IV, ujar dia, berkomitmen mendorong penguatan program pelestarian budaya, peningkatan kualitas fasilitas museum, serta pengembangan kegiatan literasi sejarah yang melibatkan sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas.
Rangkaian pembukaan dimulai dengan laporan Kepala UPT Museum, dilanjutkan sambutan Gubernur melalui Asisten II, peninjauan ruang pamer, dan pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya pameran yang berlangsung hingga 21 November 2025.
DPRD Sulteng berharap penyelenggaraan pameran kebudayaan dilakukan berkelanjutan sebagai upaya memperkuat literasi sejarah dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah. (**)