Big Five Personality Traits: Kunci Mempersiapkan Generasi Manajemen FEB Untad Menembus Dunia Kreatif

Big Five Personality Traits: Kunci Mempersiapkan Generasi Manajemen FEB Untad Menembus Dunia Kreatif Harnida Wahyuni Adda, Ph.D., Koordinator Prodi S1 Manajemen FEB-UNTAD
Pendidikan

Bagikan Berita ini!

Wajah pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah kini tengah bertransformasi, menjauh dari sekadar tembok gading akademik menuju sebuah ekosistem yang dinamis dan adaptif. Gejala ini tampak dari peningkatan program studi terakreditasi unggul dan bergesernya orientasi pembelajaran dari transfer ilmu kognitif semata menjadi penguatan karakter dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Kampus-kampus lokal tak lagi berkompetisi secara individual, melainkan merajut kolaborasi yang erat antara ruang akademik dengan realitas dunia industri dan masyarakat. Di tengah momentum perubahan inilah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB-UNTAD), khususnya Program Studi S1 Manajemen, hadir untuk memperkuat fondasi generasi manajemen yang unggul dan berdaya saing global.

Fondasi ini dibangun di atas pemahaman bahwa keunggulan seorang lulusan tidak lagi diukur hanya dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), melainkan dari kualitas kepribadian yang matang, fleksibel, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan kerja yang serba cepat.

Membaca Gen Z dengan Lensa Big Five Personality Traits

Mahasiswa masa kini, yang didominasi oleh Generasi Z, adalah anomali yang menarik. Mereka adalah generasi yang tumbuh dalam budaya digital, serba cepat, terbuka terhadap ide global, namun seringkali haus akan makna dan arah otentik dalam hidup. Pola belajar mereka eksploratif dan mandiri, menuntut pendampingan dosen yang lebih humanis, bukan sekadar penyampai materi. Tantangan dunia kerja, terutama di sektor industri kreatif dan profesional, menuntut lebih dari sekadar pengetahuan akademik; mereka menuntut individu yang memiliki kepribadian matang dan kemampuan adaptif.

Di sinilah peran model kepribadian Big Five Personality Traits—yaitu Openness to Experience, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism—menjadi sangat relevan. Didefinisikan oleh Paul T. Costa Jr. dan Robert R. McCrae, model ini bukan hanya alat ukur psikologis, melainkan sebuah lensa ilmiah untuk memahami bagaimana individu berpikir, berinteraksi, dan mengambil keputusan. Bagi Program Studi Manajemen FEB Untad yang baru saja meraih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA, integrasi nilai-nilai Big Five ini dalam kurikulum adalah komitmen untuk membentuk manusia pembelajar yang berkarakter.

Penguatan karakter ini krusial. Merujuk pada data yang ada, geliat wirausahawan pemula di Sulawesi Tengah menunjukkan betapa pentingnya karakter adaptif.

Data

Sumber: Data Wirausaha Muda Umur 16-30 Tahun Kab/Kota Se-Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023 (Dinas Kominfo Sulteng)

Angka wirausaha muda, khususnya di Palu yang merupakan pusat pendidikan dan industri kreatif di Sulawesi Tengah, menunjukkan bahwa generasi ini memiliki energi dan keberanian luar biasa untuk berkreasi dan mengambil risiko. Nilai-nilai ini, seperti keberanian, kreativitas, tanggung jawab, dan kolaborasi, terintegrasi langsung dengan dimensi Big Five:

Big Five Personality Traits

  1. Openness, Rasa ingin tahu dan kreativitas yang menjadi jantung industri kreatif.
  2. Conscientiousness, Disiplin dan tanggung jawab dalam mengeksekusi rencana.
  3. Extraversion, Kemampuan komunikasi dan jejaring sosial untuk kolaborasi.
  4. Agreeableness, Empati dan kerja sama yang menjadi fondasi kepemimpinan beretika.
  5. Neuroticism, bila dikelola dengan baik, bisa menjadi kesadaran diri yang mendalam untuk terus belajar dan berkembang

Dalam konteks mahasiswa Manajemen FEB Untad, pemahaman atas lima dimensi ini menjadi langkah awal untuk menyusun pembelajaran yang lebih personal dan relevan, di mana mahasiswa tak sekadar diajar, tapi dikenali dan diarahkan sesuai potensi pribadinya.

Mahasiswa yang memiliki openness to experience menunjukkan daya ingin tahu yang tinggi, terbuka terhadap ide baru, dan siap beradaptasi dengan perubahan. Ini merupakan sikap yang sangat dibutuhkan di era industri kreatif Sulawesi Tengah yang tengah bertumbuh. Sementara conscientiousness mendorong mahasiswa menjadi individu yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja yang kuat. Di sisi lain, extraversion memupuk keberanian tampil, berkomunikasi, dan berjejaring; agreeableness memperkuat empati dan kemampuan kolaboratif; dan stability dalam menghadapi tekanan menjadi bentuk nyata dari kematangan emosional yang berakar dari pengendalian diri.

Dari Ruang Kuliah ke Dunia Nyata: Kurikulum yang Menghidupkan Karakter

Prodi S1 Manajemen FEB Untad bergerak dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang mengintegrasikan soft skills dan character-based learning. Kurikulum yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada kompetensi teknis, tetapi mendorong perkembangan karakter yang selaras dengan Big Five Traits.

Dalam mata kuliah seperti Leadership (Kepemimpinan), Change Management (Manajemen Perubahan), dan Organizational Behavior (Perilaku Organisasi), mahasiswa diajak untuk mengenali profil kepribadiannya sendiri. Misalnya, memahami bahwa kemampuan untuk "menggerakkan" — seperti yang tertuang dalam buku “Pemimpin Era Globalisasi ala Gen Z” — membutuhkan pemahaman akan diri sendiri sebelum memimpin orang lain.

Lahirnya wirausahawan pemula dari rahim Prodi Manajemen adalah bukti nyata keberhasilan pendekatan ini. Mereka memandang kewirausahaan bukan sekadar bisnis kecil-kecilan, melainkan ruang belajar untuk berani mengambil risiko, berpikir inovatif, dan berkontribusi secara sosial.

Keseimbangan Ilmu, Karakter, dan Kepribadian

Namun, di tengah derasnya arus digitalisasi, ada refleksi penting yang harus terus dijaga: peran dosen. Pengetahuan faktual sudah dapat diakses mahasiswa di ruang digital kapan pun. Yang tidak bisa digantikan oleh algoritma adalah nilai-nilai moral, sikap, dan kebijaksanaan hidup yang lahir dari interaksi humanis antara dosen dan mahasiswa. Setiap interaksi seharusnya menjadi ruang tumbuh karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, kejujuran akademik, dan empati sosial sebagai fondasi kepribadian profesional.

Keunggulan sejati tidak pernah lahir hanya dari angka IPK atau gelar akademik semata. Keunggulan lahir dari kemampuan menyeimbangkan ilmu, karakter, dan kepribadian. Dari titik keseimbangan inilah, Prodi S1 Manajemen FEB Untad bertujuan untuk melahirkan generasi manajemen muda yang cerdas secara intelektual, berjiwa pemimpin, beretika, dan siap menebar perubahan, tangguh dalam kompetensi, dan hangat dalam kemanusiaan. Mereka adalah pemimpin perubahan masa depan yang akan menembus dunia industri kreatif Sulawesi Tengah dan global dengan jiwa kepemimpinan yang humanistik dan adaptif.


Penulis: Harnida Wahyuni Adda, Ph.D.

Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB-UNTAD