Subuh Berjamaah di Langaleso, Pemkab Sigi Ajak Warga Perkuat Kebersamaan
- Sabtu, 03 Oktober 2026 - 17:57 WITA
Kegiatan Sigi Religi dan Sholat Subuh Berjamaah bersama Majelis Subuh Berkah di Masjid Ar-Rahman Dolo. (Foto/Andri Faktasulteng)
Faktasulteng.id, SIGI — Pemerintah Kabupaten Sigi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga perlu diimbangi dengan penguatan nilai moral dan spiritual masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Sigi Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia, Rahmad Iqbal Nurkholis, saat menghadiri kegiatan Sigi Religi dan Sholat Subuh Berjamaah bersama Majelis Subuh Berkah di Masjid Ar-Rahman, Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Sabtu (3/10/2026) dini hari.
Rahmad hadir mewakili Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Kapolres Sigi, pimpinan Majelis Subuh Berkah Sigi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sigi, Masyarakat Cinta Masjid, Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Kabupaten Sigi, Kepala Desa Langaleso, serta ratusan warga.
Dalam sambutannya, Rahmad mengatakan keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari tersedianya infrastruktur dan fasilitas publik. Menurutnya, kualitas moral, karakter, dan spiritual masyarakat juga menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga membutuhkan penguatan fondasi moral dan spiritual masyarakat,” ujar Rahmad.
Ia menyebut kegiatan Subuh Berjamaah menjadi salah satu ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Sejumlah persoalan seperti kemiskinan, stunting, kenakalan remaja, penyalahgunaan minuman keras, narkoba, serta berbagai masalah sosial lainnya, kata Rahmad, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan tersebut. Peran keluarga, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif,” katanya.
Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Rahmad juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sigi.
Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan gerakan **Pakagali Pakagaya Ngata** yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Sigi sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, indah, sehat, dan nyaman.
Menurut Rahmad, Majelis Subuh Berkah tidak hanya menjadi sarana menghidupkan syiar sholat Subuh berjamaah, tetapi juga dapat menjadi ruang mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antarwarga.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk meningkatkan iman dan takwa, memperkuat hubungan sosial, membangun kekompakan, serta menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Majelis Subuh Berkah juga menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Berbagai informasi pembangunan, edukasi sosial, dan penyuluhan kemasyarakatan dapat disampaikan secara langsung kepada warga melalui kegiatan tersebut.
Selain itu, kegiatan ini turut mendorong kepedulian sosial melalui pengumpulan infak dan sedekah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masjid maupun membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pembinaan generasi muda juga menjadi salah satu perhatian. Melalui tausiyah keagamaan, jamaah mendapatkan penguatan mengenai nilai-nilai akidah, akhlak, etos kerja, serta pentingnya menjalani kehidupan yang produktif dan berkah.
Tausiyah dalam kegiatan Subuh Berkah kali ini disampaikan Ustaz Fikri Badjeber, Lc., M.H. Ia mengajak jamaah menjadikan ibadah sebagai fondasi dalam membangun kehidupan keluarga dan masyarakat yang lebih baik.
Berharap Berlanjut
Menutup sambutannya, Rahmad berharap kegiatan Sigi Religi dan Majelis Subuh Berkah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menilai kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan keagamaan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Sigi yang religius, harmonis, peduli, serta mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan secara bersama-sama.
“Penguatan sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus dilakukan sehingga pembangunan Kabupaten Sigi berjalan secara inklusif dengan tetap berlandaskan nilai-nilai moral, spiritual, dan kebersamaan,” tuturnya.