Sri Suparni Bahlil Resmikan Sumur Bor di Loru, Tekankan Pentingnya Akses Air Bersih

Sri Suparni Bahlil Resmikan Sumur Bor di Loru, Tekankan Pentingnya Akses Air Bersih Ketua BMU Dekranas Sri Suparni Bahlil Lahadalia, berkunjung ke Kabupaten Sigi untuk meresmikan bantuan sarana air bersih berupa sumur bor bagi masyarakat Desa Loru. (Foto/Andry Faktasulteng).
Pemda

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, SIGI — Ketua BMU Dekranas sekaligus istri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, berkunjung ke Kabupaten Sigi untuk meresmikan bantuan sarana air bersih berupa sumur bor bagi masyarakat Desa Loru, Selasa (1/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sri Suparni mengatakan masih banyak keluarga di berbagai daerah yang harus berupaya keras untuk mendapatkan air bersih karena terkendala jarak yang cukup jauh dari sumber air.

“Kita sering lupa bahwa ada banyak keluarga yang untuk mendapatkan air harus berusaha sangat besar karena mungkin terkendala dengan jarak yang jauh,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin terasa ketika memasuki musim kemarau. Ia menyebut persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih tidak hanya terjadi di Kabupaten Sigi, tetapi juga dialami masyarakat di sejumlah daerah lainnya.

Sri Suparni menilai bantuan pembangunan sumur bor merupakan program yang sangat mulia karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini merupakan program yang sangat mulia karena kita melihat bahwa kebutuhan air dan listrik merupakan kebutuhan dasar setiap masyarakat Indonesia,” katanya.

Ia mencontohkan, ketersediaan air dan listrik sangat penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari, khususnya bagi keluarga di rumah.

Kalau tidak ada air, kita sebagai ibu-ibu juga untuk melakukan aktivitas kegiatan di rumah akan susah, dan begitu pula dengan listrik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sri Suparni menjelaskan bahwa Seruni Kabinet Merah Putih (KMP) juga menjalankan sejumlah program melalui kolaborasi dengan kementerian. Program tersebut di antaranya bantuan sanitasi, air bersih, serta sejumlah bantuan lainnya seperti listrik desa (Lisdes).

Menurutnya, meskipun bantuan yang diberikan tidak dalam skala besar dan manfaatnya baru dapat dirasakan oleh sejumlah kepala keluarga, program tersebut diharapkan tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program ini memang tidak besar dan hanya bisa dirasakan oleh beberapa KK, tetapi semoga air yang mengalir dari bantuan ini memberikan manfaat dan berkah bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sri Suparni berharap program penyediaan air bersih dan bantuan serupa dapat terus dikembangkan serta dilaksanakan di wilayah lainnya yang masih membutuhkan.

“Ke depan diharapkan program serupa juga akan bisa dilaksanakan di daerah lainnya,” pungkasnya.