Sigi Siapkan Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Marawola dengan Lahan 2,9 Hektare

Sigi Siapkan Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Marawola dengan Lahan 2,9 Hektare Suasana rapat koordinasi Pemkab Sigi bersama jajaran terkait dalam membahas rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kecamatan Marawola.
Pemda

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Sigi – Pemerintah Kabupaten Sigi menyiapkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Desa Binangga, Kecamatan Marawola, sebagai bagian dari implementasi program prioritas Presiden di bidang pendidikan. Rencana ini dibahas dalam rapat koordinasi di Kantor Camat Marawola yang melibatkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Anwar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hajar Modjo, serta sejumlah pemangku kepentingan. Sekolah ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 2,9 hektare.

Pembangunan SNT merupakan kelanjutan dari program pendidikan nasional setelah Kabupaten Sigi dipastikan memperoleh program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang sebagai sistem pendidikan terpadu yang menggabungkan beberapa satuan pendidikan dalam satu kawasan, yakni SDN 1 Binangga, SMP Negeri 5 Sigi, dan SMA Negeri 4 Sigi. Program ini juga didukung oleh pemerintah pusat yang telah menyiapkan anggaran besar pada tahun 2026, dengan konsep fasilitas modern seperti laboratorium canggih, sport center, dan kolam renang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigi, Hajar Modjo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi sejumlah lokasi sebelum menetapkan Marawola sebagai lokasi paling layak. “Setelah dilakukan pengecekan melalui peta satelit, lokasi yang paling memungkinkan untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi berada di Kecamatan Marawola,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan lahan menjadi faktor utama dalam penentuan lokasi. “Alhamdulillah, di Marawola sudah tersedia lapangan sepak bola. Ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penetapan lokasi,” jelasnya.

Terkait pengelolaan, ia menegaskan bahwa aset sekolah akan berada di bawah pemerintah pusat. “Penyerahan aset, baik untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA, termasuk fasilitas pendukung seperti lapangan, akan menjadi kewenangan pemerintah pusat,” tambahnya.

Selain itu, ia menyoroti peningkatan kapasitas infrastruktur sekolah. “Bangunan yang sebelumnya mungkin hanya memiliki enam ruang kelas, nantinya bisa dikembangkan menjadi dua belas kelas setelah terintegrasi,” tuturnya.

Berdasarkan hasil konsolidasi dan analisis teknis, pembangunan SNT membutuhkan lahan lebih dari dua hektare yang mencakup area terbuka untuk fasilitas pendukung seperti lapangan olahraga dan kolam renang. Dari sejumlah lokasi yang diverifikasi di berbagai kecamatan, Marawola dinilai paling memenuhi syarat, termasuk ketersediaan fasilitas dasar seperti lapangan sepak bola yang sudah ada.

Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Sigi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara signifikan dengan menghadirkan fasilitas modern dan sistem pembelajaran terpadu. Program ini juga membuka akses pendidikan gratis dan inklusif bagi masyarakat, sehingga siswa di Sulawesi Tengah, khususnya di Sigi, dapat menikmati layanan pendidikan berstandar nasional bahkan internasional.