Sigi Jajaki Replikasi Inovasi Pertanian, Desa Digital, dan Ekowisata di Banyuwangi
- Kamis, 11 Desember 2025 - 20:48 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Redaksi
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae meninjau langsung inovasi pertanian
Banyuwangi, Banyuwangi – Dalam rangka memperluas kerja sama dan mempelajari inovasi pembangunan daerah, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik strategis di Kabupaten Banyuwangi, Rabu, 10 Desember 2025. Ia hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, serta Sekretaris Daerah Nuim Hayat. Sejumlah pejabat teknis turut mendampingi, di antaranya Kepala Dinas Kominfo, Kepala Bapperida, serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi.
Kunjungan diawali di PT Pandawa Agri Indonesia, perusahaan yang dikenal sebagai pelopor riset dan produksi beras biofortifikasi di Banyuwangi. Sejalan dengan fokus pembangunan pertanian di Kabupaten Sigi, perusahaan tersebut menawarkan peluang kerja sama terkait pemantapan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
PT Pandawa Agri Indonesia menerapkan teknik PPAI (Pendampingan Pandawa Agri Indonesia) yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan melalui sembilan intervensi berbasis teknologi ramah lingkungan. Program ini dirancang menyesuaikan kondisi geografis dan komoditas tertentu, menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan yang mampu bertahan jangka panjang.
Rombongan kemudian melanjutkan studi tiru ke Desa Sukojati, desa peraih predikat Desa Terbaik dalam Pengelolaan Keuangan dari Kementerian Keuangan RI serta Desa Anti Korupsi dari KPK RI. Desa ini menjadi model keterpaduan sistem smart city mulai dari tingkat desa hingga nasional, sekaligus contoh pelayanan administrasi kependudukan yang mudah dan efisien.
Desa Sukojati juga memiliki perpustakaan digital yang dapat diakses warga. Program penanganan stunting menjadi prioritas melalui pemantauan aktif ibu hamil dan anak rentan, serta pembentukan Tim Pendamping Keluarga yang dipantau langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI. Berbagai penghargaan nasional yang diterima desa ini menjadi bukti komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Usai dari Sukojati, Bupati Sigi dan rombongan bergeser ke Desa Wisata Kampung Kopi Gombengsari. Di daerah ini, mereka meninjau pengolahan Kopi Lego, komoditas lokal yang tumbuh di wilayah antara Ijen dan pesisir, sehingga menghadirkan cita rasa khas.
Dengan luas kebun mencapai 400 hektare dan produktivitas 1,5 ton per hektare, rata-rata petani mengelola lahan 1–5 hektare. Gombengsari mengembangkan konsep agrowisata berbasis edukasi yang menggabungkan perkebunan kopi dan peternakan kambing—model yang dinilai Bupati Sigi berpotensi direplikasi di Sigi.
Menurutnya, pengembangan agrowisata harus dilakukan secara eksploratif agar kopi Sigi mampu bersaing di pasar kopi Sulawesi Tengah.