Sigi Jadi Daerah Pertama Susun RTKD di Sulteng, Muin Mursalin: Dokumen Ini Jadi Roadmap Tenaga Kerja 2025–2029
- Selasa, 02 Desember 2025 - 19:10 WITA
- Editor: Apri
- | Penulis: Andry
Muin Mursali, S.Sos., M.Si. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Disnakertans Sigi (Foto: Ap/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, SIGI – Kabupaten Sigi menjadi daerah pertama di Sulawesi Tengah yang menyusun Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) 2025. Dokumen strategis tersebut kini memasuki tahap ekspose dan diproyeksikan menjadi peta jalan kebijakan ketenagakerjaan untuk lima tahun ke depan.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Sigi, Muin Mursalin, mengatakan bahwa ekspose dilakukan untuk memastikan keselarasan data dan gambaran proyeksi ketenagakerjaan 2025–2029.
“Forum ini kita gelar untuk menyinkronkan data antar-OPD. Kalau ada data yang meleset bisa diluruskan di sini. Tapi alhamdulillah, semua data yang disajikan memang berasal dari dinas terkait,” ujar Muin.
Dorong Investasi Serap Tenaga Kerja Lokal

Muin menjelaskan dokumen RTKD menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah, terutama dalam mengawal investasi yang masuk agar memberi manfaat nyata bagi tenaga kerja lokal.
“Ketika ada investasi yang mau dibangun, harus jelas dulu apakah bisa menyerap pekerja lokal atau tidak. Dengan RTKD ini, kita bisa memastikan investasi yang masuk tidak mendominasi dengan tenaga dari luar,” jelasnya.
Ia menegaskan, bukan berarti pekerja luar daerah dilarang, namun komposisinya harus memprioritaskan penduduk lokal. Ia mencontohkan sejumlah daerah pertambangan yang justru banyak diisi tenaga kerja pendatang.
“Itu yang tidak kita inginkan terjadi di Sigi,” tuturnya.
Dari Dokumen Menuju Regulasi Resmi
Muin menyampaikan bahwa RTKD bukan sekadar dokumen teknis Disnakertrans, melainkan dokumen strategis milik kabupaten. Setelah tahapan ekspose, dokumen ini akan dibahas kembali bersama OPD, kemudian diajukan ke DPRD untuk ditetapkan sebagai peraturan kepala daerah. Ia menambahkan, RTKD merumuskan fokus pembangunan ketenagakerjaan Sigi dalam tiga sektor utama: pertanian, UMKM, dan pariwisata.
“Pertanian harus lebih modern, UMKM harus masuk digitalisasi, dan pariwisata butuh inovasi. Dari sini kualitas SDM perlu ditingkatkan, link and match dengan kebutuhan industri,” kata Muin.
Mayoritas tenaga kerja Sigi masih berada di sektor informal, sehingga penguatan kapasitas dan peningkatan kompetensi menjadi prioritas utama. (Andri)