Sigi Berdzikir Jadi Momentum Refleksi 8 Tahun Peristiwa Gempa dan Likuifaksi

Sigi Berdzikir Jadi Momentum Refleksi 8 Tahun Peristiwa Gempa dan Likuifaksi Kegiatan Sigi Berdzikir dalam rangka refleksi delapan tahun peristiwa gempa bumi dan likuifaksi di Taman Asmaul Husna, Desa Binangga, Sigi. (Foto/Andry Faktasulteng)
Pemda

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, SIGI – Ratusan masyarakat mengikuti kegiatan Sigi Berdzikir dalam rangka refleksi delapan tahun peristiwa gempa bumi dan likuifaksi di Taman Asmaul Husna, Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Senin (28/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Ketua FKUB Sulawesi Tengah Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., Kapolres Sigi, para camat, Kejaksaan Negeri Sigi, serta stakeholder terkait.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat. Ratusan jamaah mengikuti rangkaian dzikir dan mendengarkan ceramah yang menjadi bagian dari refleksi delapan tahun peristiwa bencana yang terjadi di wilayah Pasigala pada 28 September 2018.

Ketua FKUB Sulawesi Tengah Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag. dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya menjadikan momentum refleksi sebagai penguat bagi masyarakat untuk terus melangkah menjalani kehidupan dengan mengandalkan iman dan takwa.

Ia juga mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Sigi sehingga daerah tersebut dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik.

“Semoga apa yang disampaikan menjadi penguat bagi kita semuanya untuk tetap melangkah ke depan, menjalani kehidupan, mengandalkan iman dan takwa, ikut serta membangun Kabupaten Sigi,” ujar Zainal.

Sebelumnya, Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan delapan tahun perjalanan pascabencana sebagai momentum untuk terus bangkit dan membangun daerah.

Rizal mengatakan masyarakat Sigi telah melewati berbagai proses pemulihan dan kini harus terus memperkuat kebersamaan untuk menghadapi tantangan ke depan.

Kegiatan Sigi Berdzikir menjadi salah satu rangkaian refleksi delapan tahun peristiwa gempa bumi dan likuifaksi sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan.