Sigi Belajar Tata Kelola Bencana dari Jepang, Wabup: Penting Diterapkan Sejak Dini
- Kamis, 11 Desember 2025 - 21:29 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Andri Aziz Azandi
Wakil Bupati Sigi Samuel Yanses Pongi bersama tim peneliti dari Kobe University saat membahas penguatan tata kelola kebencanaan di sektor pendidikan.
Faktasulteng.id, Sigi — Pada pelaksanaan seminar pemulihan sektor pendidikan dan keamanan sekolah, Wakil Bupati Sigi, Samuel Yanses Pongi, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Prof. Aiko Sakurai dan Dr. Mizan dari Kobe University.
Ia menegaskan bahwa kehadiran kedua akademisi tersebut sangat bermanfaat bagi Kabupaten Sigi, terutama dalam upaya belajar dari Jepang mengenai tata kelola kebencanaan.
"Mereka hadir di sini akan membantu kita untuk melakukan riset di Kabupaten Sigi bagaimana hal-hal yang baik di Jepang dapat diaplikasikan di Sigi," ujar Samuel.
Samuel mencontohkan bahwa salah satu hal yang dapat ditiru adalah memasukkan kurikulum kebencanaan ke dalam muatan lokal pendidikan mulai dari tingkat SD dan SMP.
"Kalau itu sudah masuk maka pengenalan tentang bencana sudah dimulai dari usia sejak dini, karena pada dasarnya kita daerah bencana. Maka menurut kami ini wajib dan harus, karena sesuai dengan kondisi wilayah kita yang rawan dengan bencana," jelasnya.
Sementara itu, Dr. Mizan dari Kobe University menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelitian yang berfokus pada pemulihan sektor pendidikan secara umum serta penerapan satuan aman bencana.
"Dalam hal itu, kami melihat momentum tujuh tahun ini sangat penting untuk memastikan tidak ada ingatan kolektif yang hilang mengenai kejadian bencana," ujar Mizan.
Menurutnya, hal tersebut penting agar para pemangku kepentingan dapat menyusun kebijakan yang lebih menunjang pengelolaan risiko bencana, meningkatkan ketahanan, dan menciptakan kondisi yang mendukung investasi berkelanjutan di Kabupaten Sigi.