Seluruh Armada Trans Palu Setop Beroperasi Mulai Hari ini, 20 Oktober 2025
- Senin, 20 Oktober 2025 - 10:57 WITA
- Editor: Apri
- | Penulis: Redaksi
Walikota Palu Hadianto Rasyid Didampingi Satlantas Polres Palu Saat Lonching Perdana Bus Trans Palu di Halaman Kantor Wali Kota Palu, Jl Balai Kota Timur (20 /9/2024)
Faktasulteng.id, PALU — Seluruh unit layanan transportasi umum Trans Palu resmi menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Penghentian layanan ini berlaku mulai hari Senin, 20 Oktober 2025, hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Pengumuman mengenai penghentian operasional ini disampaikan secara resmi oleh pihak manajemen Trans Palu melalui saluran komunikasi mereka pada hari yang sama.

"Sahabat Trans Palu, mulai tanggal 20 Oktober 2025, seluruh unit Trans Palu berhenti beroperasi sementara dalam melayani masyarakat Kota Palu dan sekitarnya hingga waktu yang belum ditentukan," demikian isi pengumuman tersebut.
Pihak Trans Palu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan masyarakat selama ini. Namun, dalam pengumuman tersebut, tidak dijelaskan secara rinci mengenai alasan atau faktor penyebab di balik keputusan penghentian operasional sementara ini.
Defisit Ekonomi dan Awal Operasional yang Berat
Trans Palu, yang mulai resmi beroperasi pada 1 Oktober 2024 dengan empat rute koridor, sejak awal menghadapi tantangan berat. Data menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang mencolok antara pendapatan dan biaya.
Menurut Wim, pendapatan Bus Trans Palu dari Januari hingga Juni 2025 hanya mencapai sekitar Rp395 juta. Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) berencana menganggarkan kembali sebesar Rp22 miliar untuk biaya operasional pada tahun 2026. Disparitas angka ini menjadi fondasi kuat keputusan penghentian.
Kabar penghentian ini pun telah menyebar di kalangan petugas, bahkan mendorong sejumlah sopir mulai mencari pekerjaan baru.
“Iyah, terakhir besok gaes. Insyaallah bulan satu (Januari) nanti ada kabar lagi,” tulis salah satu sopir Bus Trans Palu dalam kolom komentar akun TikTok, menanggapi keresahan warganet soal nasib layanan ini.
Trans Palu sebelumnya diresmikan oleh Wali Kota Hadianto Rasyid sebagai bagian dari program Buy The Service (BTS) yang bertujuan meningkatkan kualitas transportasi publik di ibu kota Sulteng. Namun, kurang dari setahun beroperasi, program ambisius ini harus terhenti sementara.
Masyarakat Kota Palu dan sekitarnya yang selama ini mengandalkan layanan Trans Palu diimbau untuk mencari alternatif transportasi lain selama masa penghentian operasional.
(**)