Rakor TP-PKK Sigi Dirangkaikan HKG ke-54, Kader Didorong Perkuat Pemberdayaan Keluarga

Rakor TP-PKK Sigi Dirangkaikan HKG ke-54, Kader Didorong Perkuat Pemberdayaan Keluarga Rapat Koordinasi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Aula Kantor Bupati Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota. (Foto/Andri Faktasulteng).
Pemda

Bagikan Berita ini!

SIGI – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sigi menggelar rapat koordinasi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Aula Kantor Bupati Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota TP-PKK Kabupaten Sigi dan dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi Siti Halwiah, Sekretaris TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Regina A. Satrianingsih, para kepala OPD, camat, serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Regina A. Satrianingsih mengatakan, gerakan PKK harus terus memperkuat upaya pemberdayaan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian PKK meliputi ketahanan keluarga, kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, peningkatan ekonomi keluarga, pemanfaatan pekarangan, pendidikan karakter, serta pemberdayaan perempuan dan keluarga.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh kader PKK Kabupaten Sigi yang selama ini telah menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan semangat pengabdian.

“Kader PKK adalah ujung tombak gerakan pemberdayaan keluarga. Karena itu, keberadaan kader harus terus diperkuat, baik dari sisi kapasitas, kreativitas maupun kemampuan dalam mengembangkan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Regina mengatakan, peringatan HKG PKK menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sekaligus menyusun langkah strategis ke depan.

Ia mendorong PKK agar terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui program-program yang inovatif, tanpa meninggalkan jati diri sebagai gerakan pemberdayaan keluarga.

“Mari kita jadikan PKK sebagai organisasi yang semakin adaptif, inovatif dan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai gerakan pemberdayaan keluarga,” ucapnya.

Regina berharap hasil rapat koordinasi tidak berhenti pada diskusi dan rumusan program semata. Setiap program, kata dia, harus mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Setiap program harus memiliki sasaran yang jelas, dapat dilaksanakan dengan baik serta memberikan dampak kepada peningkatan kualitas kehidupan keluarga,” pungkasnya.