Rakor Pendidikan Kabupaten Sigi: Bupati Rizal Intjenae Tegaskan Komitmen Perbaiki Mutu Pendidikan

Rakor Pendidikan Kabupaten Sigi: Bupati Rizal Intjenae Tegaskan Komitmen Perbaiki Mutu Pendidikan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi saat membuka Rakor Program Kerja Bidang Pendidikan di Gedung Kesenian Taiganja, Desa Kalukubula
Pemda

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, SIGI — Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kerja Bupati dan Wakil Bupati Periode 2025–2030 di bidang pendidikan, bertempat di Gedung Kesenian Taiganja, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, pada Jumat (7/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hadjar Modjo, serta seluruh kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMP di Kabupaten Sigi.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan bahwa kegiatan ini telah dirancang sejak tiga bulan lalu karena adanya keinginan kuat untuk bertemu langsung dengan para pejuang pendidikan.

“Hal ini dikarenakan saya ingin mendengarkan secara langsung segala keluhan dan unek-unek yang ada dalam penyelenggaraan pendidikan. Saya juga ingin menyampaikan secara langsung keinginan saya bersama Bapak Samuel Pongi tentang arah dan kebijakan pembangunan pendidikan di Kabupaten Sigi,” ujar Rizal.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan pendidikan di Kabupaten Sigi, di antaranya tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) serta rendahnya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor pendidikan.

“Saya menyampaikan dua permasalahan pokok pendidikan bukan berarti permasalahan lain tidak ada. Masih ada, namun yang menonjol adalah kedua masalah tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan data Pusdatin Kemendikdasmen tahun 2025, jumlah Anak Belum Pernah Bersekolah (BPB) di Kabupaten Sigi tercatat sebanyak 3.821 orang, dengan angka tertinggi di Kecamatan Sigi Biromaru sebanyak 559 orang.

Selain itu, Anak yang Drop Out (DO) dari kelas 1 hingga kelas 12 mencapai 981 orang, dengan jumlah tertinggi terjadi pada kelas 11. Sementara itu, Anak yang Lama Tidak Masuk (LTM) untuk jenjang SD sebanyak 407 orang dan SMP sebanyak 839 orang.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Rizal menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipatif melalui berbagai program bantuan pendidikan.

“Maka dari itu pemerintah daerah telah mengantisipasi dengan memberi program bantuan kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung melalui Sigi MASAGENA, baik itu beasiswa pendidikan dari Jepang, SMP dan SMA, atau anak-anak santri yang masuk di pesantren bagi yang muslim, serta bantuan untuk anak-anak yang tinggal di panti asuhan bagi yang Kristiani,” pungkasnya.