Pemkab Sigi Perkuat Literasi Anak Lewat Lomba Bertutur, Peserta Naik dari 15 Menjadi 29 Orang
- Rabu, 06 Mei 2026 - 14:50 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Andry
Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi sekaligus Bunda Literasi, Siti Halwiah, bersama jajaran Pemkab Sigi dan peserta saat membuka Lomba Bertutur tingkat SD dan MI se-Kabupaten Sigi di Gedung Ampera, Desa Mpanau, Rabu (6/5/2026).
Faktasulteng.id, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) terus mendorong penguatan literasi anak dengan menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Sigi. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Ampera, Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Rabu (6/5/2026) pagi, dan diikuti oleh 29 peserta dari berbagai sekolah. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya diikuti 15 peserta.
Peningkatan partisipasi tersebut mencerminkan tumbuhnya kesadaran sekolah dan masyarakat akan pentingnya literasi sejak usia dini. Acara ini turut dihadiri perwakilan Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi, Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi, pegiat literasi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kepala Dispusip Kabupaten Sigi, Imron Noor, mengatakan bahwa lomba bertutur merupakan salah satu strategi efektif dalam mengembangkan kemampuan literasi anak secara menyeluruh.
“Melalui kegiatan bertutur, anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga memahami isi bacaan dan menyampaikannya kembali. Ini juga melatih keberanian dan kemampuan komunikasi mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai budaya melalui cerita rakyat kepada generasi muda.
Mengusung tema “Melalui Bertutur Kita Lestarikan Budaya dan Tingkatkan Literasi Anak”, kegiatan ini dinilai relevan di tengah tantangan era digital yang menuntut generasi muda memiliki kemampuan literasi kuat tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Pelaksanaan lomba mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan serta Peraturan Perpustakaan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2026, sebagai bagian dari penguatan program literasi nasional di daerah.
Imron menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan minat baca, menghidupkan kembali cerita rakyat, serta membangun karakter anak melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Ini bukan sekadar perlombaan, tetapi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang gemar membaca dan berkarakter,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, panitia menyediakan uang pembinaan bagi juara I, II, dan III serta juara harapan I, II, dan III. Seluruh peserta juga mendapatkan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi.
Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri dari unsur pendidikan dan praktisi literasi. Kegiatan ini didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik bidang perpustakaan tahun anggaran 2026 dengan total anggaran sekitar Rp42 juta.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi yang juga Bunda Literasi, Siti Halwiah, menekankan pentingnya peran bertutur dalam pembentukan karakter anak.
“Bertutur bukan hanya menyampaikan cerita, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kehidupan dan memperkuat identitas budaya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam menghadapi perkembangan zaman, karena mencakup kemampuan berpikir kritis serta menyampaikan gagasan secara efektif.
Siti Halwiah berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda Sigi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga percaya diri dan mencintai budaya lokal.
“Jangan takut tampil. Keberanian untuk mencoba adalah bagian dari kemenangan,” pesannya sebelum secara resmi membuka kegiatan.
Melalui lomba bertutur ini, Pemerintah Kabupaten Sigi berharap upaya peningkatan literasi dapat berjalan berkelanjutan sekaligus menjadi sarana efektif dalam melestarikan budaya daerah di tengah arus modernisasi. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata memperkuat kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah sejak usia dini.