Menko Pangan Pastikan Ketersediaan Pupuk dan Dorong Pengembangan Perikanan Desa di Sigi

Menko Pangan Pastikan Ketersediaan Pupuk dan Dorong Pengembangan Perikanan Desa di Sigi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan arahan kepada petani saat kunjungan kerja di Kabupaten Sigi.
Pemda

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, SIGI – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan pemerintah menjamin ketersediaan pupuk sebelum musim tanam dimulai sekaligus mendorong pengembangan sektor perikanan di desa-desa. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sigi. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pemerintah juga menjaga harga gabah petani agar tidak berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Zulkifli Hasan mengatakan setiap melakukan kunjungan kerja ke daerah, dirinya selalu menyempatkan bertemu langsung dengan para petani. Menurutnya, langkah tersebut merupakan arahan Presiden Republik Indonesia agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat berkolaborasi dalam memajukan sektor pertanian.

Pemerintah, lanjutnya, juga memastikan kebutuhan pupuk tersedia sebelum musim tanam dimulai sehingga petani tidak mengalami kendala dalam proses produksi. Selain menjamin ketersediaan, pemerintah juga memberikan kebijakan harga pupuk yang lebih terjangkau.

"Alhamdulillah, tadi sudah dipastikan pupuk tersedia sebelum musim tanam dengan jumlah yang cukup. Bahkan harganya mendapat diskon 20 persen," ujarnya.
Ia menegaskan pasokan pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan lancar. Bahkan, di tengah kondisi sejumlah negara yang mengalami keterbatasan pupuk, Indonesia justru memiliki stok yang lebih dari cukup.

Menurut Zulkifli Hasan, ketersediaan pupuk dengan harga yang terjangkau akan berdampak langsung terhadap peningkatan hasil panen. Karena itu, pemerintah memastikan harga gabah yang diterima petani tidak boleh berada di bawah HPP sebesar Rp6.500 per kilogram.

"Kemarin saya ke Sulawesi Barat, harga gabah mencapai Rp7.500 per kilogram. Di Sulawesi Tengah dan Gorontalo juga berada di atas Rp6.500. Dengan kondisi itu, nilai tukar petani meningkat, dari sebelumnya 116 menjadi 127. Artinya, kesejahteraan petani, baik petani padi maupun jagung, terus meningkat," katanya.
Data tersebut menunjukkan kondisi harga gabah di Sulawesi Tengah telah berada di atas HPP yang ditetapkan pemerintah, sejalan dengan tren peningkatan nilai tukar petani yang disebut mencapai 127 dari sebelumnya 116. Kondisi tersebut menjadi indikator meningkatnya daya beli dan kesejahteraan petani.

Selain memperkuat sektor pertanian, pemerintah juga mulai mempersiapkan pengembangan sektor protein setelah target swasembada beras tercapai. Fokus program diarahkan pada pengembangan perikanan tangkap serta budidaya ikan melalui pembangunan kawasan bioflok tematik di desa-desa secara bertahap.

Zulkifli Hasan berharap program tersebut mampu mendorong Indonesia mencapai swasembada ikan pada tahun depan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor ikan terbesar di Asia. Bagi Sulawesi Tengah, program ini dinilai relevan karena dapat memperkuat sektor pertanian dan perikanan desa yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.