Kadis DP2KB Riadin Lahido Tegaskan Pentingnya GDPK dan PJPK bagi Masa Depan Kependudukan Sigi

Kadis DP2KB Riadin Lahido Tegaskan Pentingnya GDPK dan PJPK bagi Masa Depan Kependudukan Sigi Kadis DP2KB Sigi, Riadin Lahido, menyampaikan pentingnya GDPK dan PJPK dalam Seminar Penyusunan Dokumen Kependudukan Kabupaten Sigi Tahun 2025.
Pemda

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Sigi  Kegiatan Seminar Realisasi Penyusunan Dokumen Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kabupaten Sigi Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh DP2KB menjadi langkah penting dalam finalisasi dokumen perencanaan kependudukan daerah.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sigi, Riadin Lahido, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap akhir penyusunan GDPK dan PJPK yang akan menjadi pedoman bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

"Ini kita maksudkan agar supaya kita memiliki arah grand design kependudukan yang nanti memproyeksikan kependudukan kita yang akan datang secara global dari semua aspek kehidupan," ujar Riadin.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama GDPK adalah memastikan pemerintah daerah mampu menangani persoalan-persoalan kependudukan di masa depan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Karena memang GDPK ini berbicara jangka panjang yaitu 25 tahun, sedangkan penjabaran dan landasan operasionalnya itu ada di PJPK. Di situlah nanti terlihat semua dari tingkat kelahiran, kematian, serta bagaimana program-program kolaborasi dengan beberapa OPD," jelasnya.

Riadin juga memaparkan bahwa Kabupaten Sigi masih menghadapi dua tantangan besar, yakni tingginya angka kemiskinan dan pernikahan anak. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan penguatan kolaborasi antara DP2KB dan DP3A untuk menekan angka tersebut.

"Kami di DP2KB salah satunya menangani stunting, tetapi bagaimana bisa kami menangani hal tersebut jika tingkat perkawinan anak masih cukup tinggi," tegasnya.

Menutup penyampaiannya, ia mengimbau generasi muda untuk tidak melakukan pernikahan dini dan lebih fokus mempersiapkan masa depan dengan mengejar prestasi.

"Karena dengan pernikahan dini, banyak aspek-aspek yang bisa membuat kita untuk tidak dapat berprestasi yang lebih besar, karena ketika sudah menikah, kita akan memiliki keterbatasan untuk meraih prestasi yang lebih. Jadi sebaiknya kita mengejar prestasi kita untuk masa depan daripada melaksanakan pernikahan dini," pungkasnya.