Hingga Agustus 2026, Damkar Sigi Tangani 60 Titik Kebakaran
- Rabu, 02 September 2026 - 15:03 WITA
Apel Siaga Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 di halaman Mako Polres Sigi
Faktasulteng.id, Sigi – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Sigi mencatat telah menangani sekitar 60 titik kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan serta respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sigi, Mohammad Ambar Mahmud, menyampaikan data tersebut saat Apel Siaga Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 di halaman Mako Polres Sigi, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Senin (31/8/2026).
“Kalau sekarang itu Januari per Agustus 2026 ini kita sudah menangani 60 titik,” kata Ambar.
Menurutnya, penanganan setiap kejadian kebakaran dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk kepolisian, relawan dan pihak terkait lainnya.
Setiap laporan yang diterima, kata Ambar, akan segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian.
“Kita selalu bersama-sama kolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan penanganan cepat. Ketika ada laporan, kami langsung melakukan penanganan secara cepat,” ujarnya.
Keterbatasan Armada dan Medan Jadi Tantangan
Ambar menjelaskan, salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran adalah kondisi medan di sejumlah wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Saat ini, Satpol PP dan Damkar Sigi memiliki tiga unit armada yang disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran, terdiri atas dua mobil penembak dan satu mobil suplai.
Namun, keterbatasan akses menuju lokasi membuat armada tidak selalu dapat digunakan secara maksimal.
“Kita melihat medan lagi dengan posisi kita punya mobil yang ada ini, dua penembak, satu suplai,” jelasnya.
Ia mencontohkan kondisi di wilayah Marawola Barat yang memiliki medan sulit sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau langsung titik kebakaran.
Dalam situasi tersebut, penanganan dilakukan dengan mengandalkan personel gabungan bersama relawan, kepolisian dan unsur lainnya.
“Kalau memang itu daerah yang tidak bisa kita jangkau, seperti tadi wilayah di Marawola Barat, memang mobil itu tidak bisa masuk untuk menangani kebakaran. Makanya dengan gabungan tim relawan dengan Polres dan yang lain itu yang melakukan penanganan cepat,” katanya.
Menurut Ambar, kondisi tersebut membuat kerja sama lintas unsur menjadi sangat penting, terutama dalam menangani kebakaran yang terjadi di lokasi jauh atau sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Personel Siaga 24 Jam
Untuk memastikan laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti, personel Satpol PP dan Damkar Sigi disiagakan selama 24 jam.
Dengan armada yang tersedia, pihaknya terus mengoptimalkan personel dan kendaraan untuk memberikan respons secepat mungkin ketika terjadi kebakaran.
“Kalau untuk standby kami masih tetap di kantor kami. Dengan keterbatasan mobilnya tadi, kami punya dua penembak, satu suplai. Kami selalu standby 24 jam,” ujar Ambar.
Satpol PP dan Damkar Sigi juga menyediakan layanan call center sebagai saluran bagi masyarakat untuk melaporkan kejadian kebakaran.
Setiap laporan yang diterima akan segera diteruskan kepada tim untuk dilakukan penanganan di lokasi.
“Jadi ketika terima laporan pasti kami langsung ke tempat penanganan kebakaran,” katanya.
Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan
Selain memperkuat kesiapsiagaan dan respons, Ambar mengingatkan masyarakat agar ikut berperan dalam mencegah terjadinya Karhutla.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Sigi telah mengeluarkan surat edaran mengenai pencegahan dan penanganan Karhutla yang kemudian diteruskan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan maupun kebun.
“Kami berharap kepada seluruh masyarakat, seperti yang disampaikan tadi, supaya jangan melakukan pembakaran-pembakaran atau pembukaan lahan sehingga mengakibatkan kebakaran yang bisa meluas,” ujarnya.
Ambar menilai pencegahan menjadi langkah penting karena kebakaran yang bermula dari lahan atau kebun dapat dengan cepat meluas apabila kondisi lingkungan kering dan api tidak segera dikendalikan.
Dengan dukungan personel yang siaga selama 24 jam, ketersediaan armada, layanan pengaduan serta kolaborasi lintas unsur, Satpol PP dan Damkar Sigi berkomitmen mempercepat penanganan setiap laporan kebakaran sekaligus mendorong masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.