Hadiri Rakortekrenbang, Marlela Sampaikan Pokir DPRD Sulteng 2027 dan Fokus Penguatan Ekonomi Daerah

Hadiri Rakortekrenbang, Marlela Sampaikan Pokir DPRD Sulteng 2027 dan Fokus Penguatan Ekonomi Daerah Kehadiran Dra. Marlela mewakili Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dalam forum Rakortekrenbang dan Pra Musrenbang menjadi bagian penting dalam penyusunan arah pembangunan daerah tahun 2027.
Pemda

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu – Kehadiran Dra. Marlela mewakili Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dalam forum Rakortekrenbang dan Pra Musrenbang di Kantor Bappeda Sulteng, Selasa (7/4/2027), menjadi bagian penting dalam penyusunan arah pembangunan daerah tahun 2027.

Dalam forum tersebut, Marlela memaparkan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Sulteng yang berfokus pada penguatan ekonomi daerah di tengah tekanan global.

Forum ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dra. Novalina, Kepala Bappeda, Ketua TP4, serta jajaran OPD provinsi dan kabupaten/kota.

Marlela menjelaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini tidak dapat dilepaskan dari dinamika global yang berdampak langsung pada daerah. Tekanan tersebut antara lain berasal dari kewajiban pembayaran utang negara dan konflik global yang memicu ketidakstabilan ekonomi.

Dampaknya, kata dia, mulai dirasakan pada sektor energi dan produksi yang berujung pada melemahnya kapasitas fiskal daerah serta kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Dalam kondisi tersebut, DPRD melalui Komisi II mendorong langkah-langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah, salah satunya melalui optimalisasi PAD berbasis potensi lokal.

“Kita harus bekerja lebih giat dan kreatif dalam menggali potensi PAD, serta memaksimalkan sektor unggulan daerah,” ujar Marlela.

Ia juga menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan ke depan. Penguatan sektor ini dilakukan melalui peningkatan produktivitas, perbaikan infrastruktur pendukung seperti irigasi, serta penyediaan sarana produksi yang memadai.

Selain itu, diversifikasi pangan lokal dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan serta memperkuat ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang.

Komisi II DPRD Sulteng juga menyoroti pentingnya optimalisasi lahan pertanian dan perkebunan milik daerah. Upaya ini dilakukan melalui pemberian bibit unggulan, pemetaan potensi lahan, serta peningkatan kerja sama antar pihak guna mendorong produktivitas.

Tak hanya itu, sektor perikanan, peternakan, kehutanan, UMKM, koperasi, perdagangan, hingga pertambangan juga menjadi perhatian sebagai sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui berbagai rekomendasi tersebut, DPRD Sulteng berharap pemerintah daerah mampu merumuskan kebijakan yang adaptif dan tepat sasaran dalam menghadapi tantangan ekonomi global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. (Abdy HM).