Hadiri Libu Mbaso Pemuda Kaili, DPRD Sulteng Tegaskan Semangat “Jagai Ngata” sebagai Nilai Tinggi Budaya Kearifan lokal

Hadiri Libu Mbaso Pemuda Kaili, DPRD Sulteng Tegaskan Semangat “Jagai Ngata” sebagai Nilai Tinggi Budaya Kearifan lokal Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi, menghadiri kegiatan Libu Mbaso Pemuda Kaili yang diselenggarakan Front Pemuda Kaili (FPK) Sulawesi Tengah . (Foto/Humas DPRD Sulteng).
Pemda

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi, menghadiri kegiatan Libu Mbaso Pemuda Kaili yang diselenggarakan Front Pemuda Kaili (FPK) Sulawesi Tengah di Gedung Olahraga Gelora Bumi Kaktus (GBK), Kota Palu, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian budaya, penguatan persatuan, dan nilai-nilai kearifan lokal tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, unsur Forkopimda Sulteng, Ketua Umum FPK Mohammad Erwin Lamporo, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, serta masyarakat.

Momentum penting dalam kegiatan itu ditandai dengan penyerahan Guma sebagai simbol “Jagai Ngata” kepada Ketua DPRD Sulteng yang diwakili Hidayat Pakamundi. Simbol adat tersebut dimaknai sebagai amanah untuk menjaga keamanan, persatuan, ketertiban, dan nilai budaya masyarakat Sulawesi Tengah.

Hidayat Pakamundi menyampaikan apresiasi kepada Front Pemuda Kaili atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai menjadi ruang strategis dalam memperkuat persaudaraan dan menjaga eksistensi budaya Kaili.

Semangat 'Jagai Ngata' yang diusung dalam kegiatan ini merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga daerah, menjaga persaudaraan, dan merawat keberagaman sebagai modal utama pembangunan Sulawesi Tengah,” katanya.

Hidayat juga menilai kehadiran seluruh unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, penyerahan Guma bukan hanya simbol penghormatan adat, melainkan amanah besar yang harus diwujudkan melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga negara.

Ia juga mengajak generasi muda Kaili untuk tetap menjaga akar budaya di tengah perkembangan zaman dan berbagai tantangan sosial.

“Pemuda Kaili harus menjadi pelopor persatuan, penjaga nilai-nilai kearifan lokal, serta mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan,” tegas Hidayat.

Kegiatan Libu Mbaso Pemuda Kaili juga dirangkaikan dengan beberapa agenda lainnya seperti  menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, pengukuhan Pengurus Daerah FPK, ikrar Libu Mbaso Pemuda Kaili, penganugerahan gelar kehormatan, penyerahan Guma kepada DPRD Sulteng, hiburan, hingga foto bersama unsur Forkopimda Sulawesi Tengah.

Melalui momentum tersebut, DPRD Sulteng berharap semangat persatuan, budaya, dan filosofi “Jagai Ngata” terus menjadi perekat sosial dalam menjaga harmoni masyarakat Sulawesi Tengah.