Gubernur Anwar Hafid Janjikan Modal Usaha bagi Penenun Donggala Mulai 2026
- Rabu, 10 Desember 2025 - 10:06 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Redaksi
Gubernur Anwar Hafid bersama Ketua TP PKK Sulteng melihat langsung proses pembuatan Tenun Donggala di Desa Wisata Towale. (IST)
Faktasulteng.id, DONGGALA – Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengangkat industri tenun lokal kembali ditegaskan Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. Saat membuka Networking of Tenun Central Sulawesi di Desa Wisata Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Selasa (9/12/2025), Anwar memastikan dukungan konkret akan diberikan kepada ratusan penenun Donggala.
Acara yang dirangkaikan dengan peresmian Wisata Pantai Karampuana itu menjadi pertemuan besar pertama yang mempertemukan lebih dari 200 penenun, desainer, pelaku industri kreatif, dan pemerintah. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk mendorong Tenun Donggala menembus pasar nasional hingga internasional.
Dalam sambutannya, Anwar menyampaikan apresiasi atas kreativitas para pengrajin yang mampu menghasilkan motif dan pola khas dengan tingkat kerumitan tinggi. Ia menegaskan kewajiban pemerintah untuk memperkuat daya produksi penenun dengan dukungan nyata.
“Tahun 2026, pemerintah provinsi akan memberikan modal sebesar lima juta rupiah untuk setiap penenun. Ini untuk memastikan semakin banyak karya lahir dari Donggala, dan warisan budaya kita semakin maju,” kata Anwar disambut tepuk tangan ratusan peserta.
Ia menambahkan, bantuan tersebut bukan hanya sokongan finansial, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menjaga kesinambungan tradisi, memperbesar kapasitas industri tenun, serta membuka peluang ekonomi bagi perempuan dan generasi muda desa.
Gubernur juga mendorong inovasi dalam desain agar sejalan dengan selera pasar, khususnya generasi muda. Menurutnya, motif dengan warna tidak terlalu mengilap dan desain sederhana kini lebih diminati.
“Kita harus berinovasi. Motif yang lebih modern, lebih tipis, dan cocok untuk anak muda harus terus dikembangkan agar Tenun Donggala semakin digemari,” ujarnya.
Ia turut menegaskan bahwa setiap rapat resmi, baik di daerah maupun di Jakarta, selalu ia hadiri dengan mengenakan Batik dan Tenun Donggala sebagai bentuk promosi langsung ke publik dan pemangku kebijakan.
Kegiatan di Towale itu juga dihadiri Presiden/CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA), Dr. Zulhal Bupan Mils, tokoh ekofesyen internasional. Anwar menyebut kehadiran Dr. Zulhal sebagai peluang besar untuk menghubungkan Donggala dengan jaringan ekofesyen global.
“Beliau datang dari jauh untuk mendukung kita. Ini kesempatan besar agar tenun kita bisa dikolaborasikan dengan industri kreatif global,” ujarnya.
Dalam kesempatannya berbicara, Dr. Zulhal memberi apresiasi atas upaya pemerintah dan masyarakat Towale menjaga warisan Tenun Donggala. Ia yang sejak 2017 mengembangkan ekofesyen berbasis serat alami berharap Donggala dapat menjadi bagian dari gerakan fesyen berkelanjutan dunia.
Tenun Donggala sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Nasional sejak 2015. Pada kesempatan itu, Ketua Dekranasda Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, mendapat pengakuan atas konsistensinya mempromosikan Batik dan Tenun Donggala dalam berbagai kegiatan resmi.
Acara ini juga dihadiri Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Kepala Desa Towale, desainer lokal, serta ratusan warga yang turut menyaksikan peragaan busana Tenun Donggala dalam fashion show penutup. (**)