Gubernur Anwar Hafid: Jalan 65 Km Proyek PLTA di Sigi Jadi Hadiah untuk Sulawesi Tengah
- Kamis, 02 April 2026 - 21:15 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Andry
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama jajaran pemerintah saat menghadiri peresmian pengembangan jalan ruas Boladangko–Banggaiba di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.
Faktasulteng.id, SIGI – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, serta Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Muhidin M. Said, menghadiri peresmian proyek pengembangan jalan ruas Desa Boladangko–Banggaiba di Kecamatan Kulawi. Proyek yang merupakan bagian dari investasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) ini mencakup pembangunan akses jalan sepanjang 65 kilometer dengan lebar 10 meter.
Dalam sambutannya, Gubernur menyebut proyek tersebut sebagai karya istimewa dari investor yang akan mengembangkan PLTA di wilayah Banggaiba. Energi yang dihasilkan nantinya direncanakan untuk mendukung pengembangan industri green energy di Kabupaten Parigi Moutong. Progres pembangunan pun mulai dirasakan masyarakat, di mana dari total panjang yang direncanakan, sekitar 7 kilometer jalan telah dapat dilalui kendaraan.
“Ini luar biasa. Sebelum membangun PLTA, mereka melalui program CSR justru membuka akses jalan sepanjang 65 kilometer dengan lebar 10 meter,” ujar Anwar Hafid. Ia menambahkan, “Tadi kita sudah melewati sekitar 7 kilometer, bahkan mobil saya bisa sampai ke Desa Lonca. Ini menjadi hadiah istimewa bagi Sulawesi Tengah.”
Gubernur juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ini tidak lepas dari peran aktif Pemerintah Kabupaten Sigi, khususnya Bupati dalam mendorong masuknya investasi ke wilayah tersebut. “Ini bagian dari program Berani Lancar yang didukung pembiayaan dari pihak swasta,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga berkomitmen meningkatkan layanan kesehatan di wilayah terpencil. Gubernur menyampaikan rencana pemberian ambulans untuk setiap desa yang dilalui proyek jalan tersebut sebagai bagian dari program Berani Sehat.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi darurat di wilayah terpencil, termasuk kasus viral di mana jenazah harus diangkut menggunakan sepeda motor akibat keterbatasan akses. “Ini menjadi perhatian kami dalam program Berani Sehat. Daerah terisolir harus mendapatkan layanan kesehatan yang layak, termasuk akses ambulans yang memadai,” tegasnya.
Pembangunan jalan sepanjang 65 kilometer ini diharapkan tidak hanya mendukung pengembangan energi hijau di Parigi Moutong, tetapi juga membuka akses wilayah terpencil serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Sigi.