Forum Kolaborasi Transmigrasi Palolo Dorong Terwujudnya Kawasan Transpolitan di Sigi
- Rabu, 26 November 2025 - 20:08 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Andri Aziz Azandi
Bupati Sigi bersama peserta Forum Kolaborasi Transmigrasi Palolo saat mengikuti pemaparan pengembangan kawasan transpolitan.
Faktasulteng.id, Sigi — Kegiatan Forum Kolaborasi Pengembangan Kawasan Transmigrasi Palolo Kabupaten Sigi digelar di Aula Tadulako, Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota. Acara ini dihadiri oleh Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Ketua II DPRD Sigi Ikra Ibrahim, Kadis Nakertrans Febrianto Borman, tim Ekspedisi Patriot dari Undip, IPB, dan UI, serta Forkopimda, para camat, dan kepala desa di wilayah transmigrasi.
Kadis Nakertrans, Febrianto Borman, menjelaskan bahwa Ekspedisi Patriot merupakan program riset dan pengabdian yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan tujuh universitas terbaik. Tiga di antaranya saat ini berada di Kabupaten Sigi, yakni Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor.
“Alhamdulillah tiga terbaik ada di Kabupaten Sigi. Yang pertama Universitas Diponegoro untuk output 1, evaluasi kawasan. Kedua ada Institut Pertanian Bogor untuk output 2, komoditas unggulan, dan ketiga Universitas Indonesia output 3, kelembagaan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, program ini melibatkan mahasiswa, alumni, serta akademisi untuk memberikan kontribusi nyata dan menghadirkan inovasi di lapangan. Riset strategis dilakukan secara mendalam di kawasan transmigrasi untuk memahami potensi sumber daya alam dan sosial. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengembangkan potensi lokal, mengidentifikasi komoditas unggulan, serta merumuskan strategi pengembangannya. Diharapkan pula terbentuk pusat ekonomi baru di kawasan transmigrasi agar pertumbuhan ekonomi dapat berkelanjutan.
“Menghadirkan inovasi yang melibatkan generasi muda untuk melahirkan gagasan segar dan inovasi di lapangan,” tuturnya.
Ia menegaskan pentingnya penyusunan kebijakan sebagai jembatan antara pengetahuan lapangan dan kebijakan pemerintah.
“Kami berharap kawasan transmigrasi bisa menjadi kawasan transmigrasi transpolitan ke depan menuju kesejahteraan masyarakat Sigi,” harapnya.
Terakhir, ia menyampaikan bahwa konsep pengembangan kawasan transmigrasi modern yang berorientasi perkotaan, inklusif, berbasis potensi daerah, serta terintegrasi teknologi informasi dan partisipasi semua pemangku kepentingan sangat diperlukan.
“Tujuannya mengubah kawasan transmigrasi menjadi pertumbuhan ekonomi baru yang dinamis bukan lagi pemukiman terisolasi,” pungkasnya.