DPRD Sulteng Hadiri Aktivasi Pos Komando Gempa, Dandy Tekankan Percepatan Penanganan Infrastruktur
- Senin, 22 Juni 2026 - 11:44 WITA
- Editor: Abdy Nusantara
- | Penulis: Abdy Nusantara
Ketua Komisi III DPRD Sulteng menghadiri Rapat Aktivasi Pos Komando dan Pembentukan Struktur Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Tahun 2026 . (Foto/Humas DPRD Sulteng).
FaktaSulteng.id, Palu – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Dandy Adhi Prabowo, menghadiri Rapat Aktivasi Pos Komando dan Pembentukan Struktur Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Tahun 2026 di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (20/6/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai langkah memperkuat koordinasi penanganan darurat pascagempa bumi yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.
Kegiatan dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido dan turut dihadiri Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Pusat Agus Riyanto, Kepala BPBD Sulteng Asbudiyanto, kepala daerah wilayah terdampak, serta sejumlah instansi terkait.
Dalam forum tersebut, Dandy Adhi Prabowo menyebut pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat gempa, termasuk kondisi Jembatan Palu III yang menjadi salah satu akses vital masyarakat.
“Terkait infrastruktur, perlu adanya koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan Dinas Bina Marga serta pihak terkait agar langkah penanganan dapat dilakukan secara terintegrasi, terutama menjelang kunjungan Menteri Pekerjaan Umum,” ujar Dandy.
Selain infrastruktur, DPRD Sulteng juga menaruh perhatian pada kondisi rumah warga terdampak gempa yang memerlukan penanganan serius. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, sejumlah bangunan mengalami kerusakan mulai dari pondasi hingga struktur utama.
Menurut Dandy, dibutuhkan perencanaan anggaran yang matang agar kebutuhan masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi.
Ia menyebut DPRD Sulteng bersama pemerintah daerah telah turun langsung meninjau lokasi terdampak sehari setelah gempa terjadi.
“Terdapat tiga fokus utama dalam penanganan pascabencana, yakni penanganan korban terdampak, distribusi logistik, dan percepatan pemulihan infrastruktur,” katanya.
Melalui rapat tersebut, DPRD Sulteng menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan bencana dan pemulihan wilayah terdampak di Sulawesi Tengah.