DLH Sigi Perkuat Pencegahan Karhutla, Edukasi Masyarakat hingga Pengawasan Lokasi Bekas Kebakaran
- Rabu, 02 September 2026 - 14:57 WITA
Apel Siaga Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 di halaman Mako Polres Sigi, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. (Foto/ Andry Faktasulteng)
Faktasulteng.id, Sigi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sigi memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat serta memperketat pengawasan di lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran.
Kepala DLH Kabupaten Sigi, Heru Murtanto, mengatakan langkah pencegahan menjadi hal penting untuk menekan potensi Karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Hal tersebut disampaikan Heru saat Apel Siaga Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 yang digelar di halaman Mako Polres Sigi, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Senin (31/8/2026).
Heru mengatakan DLH Sigi telah mengeluarkan surat edaran terkait pencegahan Karhutla. Surat edaran tersebut diharapkan dapat disosialisasikan secara masif hingga ke tingkat masyarakat.
“Untuk pencegahan kami sudah mengeluarkan surat edaran dan itu kita minta secara masif disampaikan bukan cuma dari kecamatan,” ujar Heru.
Menurutnya, penyampaian imbauan perlu dilakukan melalui berbagai ruang yang dekat dengan masyarakat, termasuk rumah ibadah. Dengan demikian, informasi mengenai pencegahan Karhutla dapat menjangkau lebih banyak warga.
Salah satu hal yang terus ditekankan adalah larangan membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran pada saat membuka lahan. Mengantisipasi itu akan lebih efektif daripada sudah terjadi,” katanya.
Heru menilai upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan melakukan penanganan setelah kebakaran terjadi dan api terlanjur meluas.
Selain melakukan sosialisasi, DLH Sigi juga meningkatkan pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran. Pengawasan diperlukan karena kondisi panas pada lahan yang telah terbakar masih berpotensi memunculkan kembali titik api.
“Untuk pemulihan sementara, karena panas tentu kita lakukan monitoring bersama BPBD, teknis maupun dengan masyarakat untuk tetap mengawasi. Jangan nanti ada yang membakar lagi,” ujarnya.
Pemantauan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi teknis terkait serta masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya kembali api dan memastikan kondisi di lokasi tetap terkendali.
Heru menambahkan, apabila terjadi Karhutla dalam skala luar biasa, pemerintah dapat membentuk satuan tugas kecil di tingkat desa untuk memperkuat penanganan.
Namun, pada tahap antisipasi, DLH Sigi masih mengutamakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kalau misalkan kejadian yang sudah luar biasa kita akan lakukan. Tapi untuk antisipasi kita edukasi dan sosialisasi ke masyarakat,” jelasnya.
Masyarakat Berperan Penting
Heru menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah terjadinya Karhutla. Pasalnya, aktivitas pembukaan dan pembersihan lahan maupun kebun banyak dilakukan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, DLH Sigi mendorong agar pesan pencegahan Karhutla diteruskan mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat hingga lingkungan tempat tinggal warga.
Menurutnya, kebakaran yang awalnya berasal dari titik kecil dapat berkembang menjadi lebih luas apabila tidak segera diketahui dan ditangani.
Dengan memperkuat edukasi sebelum kebakaran terjadi serta meningkatkan pengawasan setelah api dipadamkan, DLH Sigi berharap risiko Karhutla dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Heru juga berharap kondisi cuaca panas yang berlangsung saat ini segera berakhir sehingga potensi kebakaran dapat semakin diminimalkan.
“Harapan kami untuk panas yang berkelanjutan bisa berakhir dengan doa-doa kita semua agar bisa turun hujan,” katanya.