Di Hadapan Ribuan Wisudawan Trisakti, Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Pendidikan Adalah Kontrak Sosial
- Selasa, 05 Mei 2026 - 19:51 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Redaksi
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan pidato di hadapan ribuan wisudawan dan wisudawati Universitas Trisakti di Jakarta Convention Center, Selasa (05/05/2026), menegaskan pendidikan sebagai kontrak sosial bagi kemanusiaan.
Faktasulteng.id, JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kembali menegaskan komitmennya terhadap kemajuan pendidikan nasional saat menyampaikan pidato di hadapan ribuan wisudawan dan wisudawati Universitas Trisakti di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (05/05/2026). Dalam kesempatan tersebut, Anwar menekankan bahwa gelar sarjana bukan sekadar simbol pencapaian pribadi, melainkan amanah intelektual yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Dalam pidatonya, Anwar Hafid menyampaikan bahwa pendidikan harus dimaknai sebagai jalan untuk menghadirkan solusi nyata bagi kehidupan sosial. Menurutnya, kebanggaan atas gelar akademik tidak terletak pada nama besar kampus, tetapi pada sejauh mana ilmu yang dimiliki mampu memberi manfaat bagi sesama. Hal itu disebutnya sejalan dengan pentingnya menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah maupun bangsa.
“Untuk para wisudawan dan wisudawati, gelar yang kalian dapat bukan sekadar tinta di atas ijazah. Gelar itu adalah kontrak sosial antara kalian dengan kemanusiaan,” tegas Anwar Hafid.
Mantan Bupati Morowali dua periode itu juga mengingatkan para alumni Trisakti agar tidak terjebak pada kebanggaan simbolik sebagai lulusan kampus ternama. Menurutnya, kebanggaan sejati terletak pada dampak nyata yang bisa diberikan kepada masyarakat.
“Jangan pernah bangga kalian lulus dari universitas ternama ini. Berbanggalah jika kalian menjadi alasan seseorang kembali bahagia, kembali sembuh, atau sebuah kebijakan menjadi lebih adil karena buah pikiran kalian,” ujarnya.
Anwar menegaskan bahwa dunia tidak akan mengukur seseorang dari cepat atau lambatnya menyelesaikan pendidikan, melainkan dari kontribusi yang dihasilkan bagi mereka yang membutuhkan perhatian sosial.
“Dunia tidak akan bertanya berapa lama kalian kuliah, tetapi akan menagih apa yang bisa kalian berikan untuk mereka yang terpinggirkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid juga mengajak seluruh wisudawan untuk meneladani sejarah besar Universitas Trisakti sebagai simbol perjuangan reformasi Indonesia. Menurutnya, semangat perubahan yang diwariskan kampus harus terus hidup dalam setiap langkah para alumninya.
“Berdiri di bawah panji Trisakti ini, saya tidak hanya melihat barisan toga yang rapi. Saya melihat masa depan Indonesia yang sedang mekar,” ungkapnya.
Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, pesan tersebut mempertegas karakter kepemimpinan Anwar Hafid yang dikenal konsisten menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama perubahan dan kemajuan daerah.
“Di sinilah, di tanah para pahlawan reformasi, anak-anak kita ditempa seperti baja yang tak termakan zaman,” pungkas Anwar.