Bupati Sigi Tegaskan ASN Wajib Kenakan Batik Taiganja dan Siga Setiap Kamis

Bupati Sigi Tegaskan ASN Wajib Kenakan Batik Taiganja dan Siga Setiap Kamis Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sigi. (Foto/Andri Faktasulteng)
Pemda

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi menegaskan kembali penerapan aturan berpakaian bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya menjaga dan memperkuat identitas budaya daerah.

Penegasan itu disampaikan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, saat memberikan arahan kepada jajaran ASN di sela-sela Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sigi, di Bora, Kamis pagi (1/10/2026).

Dalam arahannya, Bupati menyoroti masih adanya sejumlah pegawai yang belum mengenakan batik bermotif Taiganja dan penutup kepala khas daerah, Siga, sebagaimana diatur dalam surat edaran Pemerintah Kabupaten Sigi.

Menurutnya, ketentuan penggunaan pakaian khas daerah setiap hari Kamis bukan semata-mata berkaitan dengan kedisiplinan aparatur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas dan budaya lokal.

“Ini hari Kamis. Saya lihat masih ada yang tidak pakai Siga, tolong ya diupayakan,” kata Rizal di hadapan peserta upacara.

Ia menegaskan, batik yang dikenakan ASN setiap Kamis harus menggunakan motif Taiganja yang menjadi salah satu motif khas Kabupaten Sigi.

“Harus pakai baju batik motif Taiganja, karena itu punya Sigi,” tegasnya.

Rizal mengatakan ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh ASN, baik laki-laki maupun perempuan. Khusus pegawai laki-laki, penggunaan Siga menjadi bagian dari kelengkapan pakaian yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa aturan tersebut bukan kebijakan baru. Ketentuan mengenai penggunaan batik motif Taiganja dan Siga telah dituangkan dalam surat edaran dan berlaku di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sigi.

Karena itu, Bupati meminta seluruh kepala perangkat daerah hingga jajaran pegawai di setiap unit kerja memastikan ketentuan tersebut dilaksanakan secara konsisten.

“Saya tidak akan lihat lagi hari Kamis depan ada yang tidak pakai Siga untuk laki-laki dan untuk perempuan juga demikian. Saya pikir ini jadi perhatian,” ujarnya.

Lebih jauh, Rizal menyebut penggunaan atribut budaya dalam lingkungan pemerintahan merupakan salah satu bentuk pelestarian warisan budaya daerah. Di tengah perkembangan zaman, simbol budaya seperti Taiganja dan Siga dinilai penting untuk mempertahankan identitas lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah.

Selain menjadi identitas, penggunaan pakaian khas daerah di lingkungan pemerintahan juga dapat menjadi sarana pengenalan budaya Sigi kepada masyarakat.

Bupati berharap seluruh ASN mematuhi ketentuan tersebut secara konsisten dan bertanggung jawab. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan berpakaian tidak hanya mencerminkan disiplin aparatur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kearifan lokal dan jati diri Kabupaten Sigi.

Dengan penerapan yang berkelanjutan, penggunaan batik motif Taiganja dan Siga diharapkan tidak berhenti sebagai ketentuan berpakaian setiap Kamis, tetapi turut memperkuat kebanggaan ASN terhadap identitas budaya daerah.