Bupati Sigi Dorong Kolaborasi Wujudkan Desa Tangguh Bencana
- Kamis, 01 Oktober 2026 - 18:04 WITA
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae saat menghadiri pembukaan Program Desa Siaga Bencana PLN 2026 di Desa Sidera. (Foto/Andri Faktasulteng)
Faktasulteng.id, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun desa yang tangguh menghadapi bencana.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae saat menghadiri pembukaan Program Desa Siaga Bencana PLN 2026 di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Rabu (30/9/2026).
Program yang mengusung tema “Kesiapsiagaan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat” tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) PT PLN (Persero) dan dilaksanakan selama tiga hari, hingga 2 Oktober 2026.
Bupati Sigi menyampaikan apresiasi kepada PLN dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan program tersebut di Kabupaten Sigi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sigi, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya Program Desa Siaga Bencana PLN Tahun 2026 ini,” kata Rizal.
Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar upaya mitigasi dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Rizal juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dan infrastruktur kelistrikan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.
“Mari kita jaga infrastruktur listrik yang ada. Hindari aktivitas pembakaran di sekitar jaringan listrik dan segera melaporkan jika terdapat potensi bahaya. Listrik yang aman akan menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun desa tangguh bencana. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan mampu berperan aktif dalam mengenali potensi risiko dan mengambil langkah yang tepat ketika kondisi darurat terjadi.
Sementara itu, Kepala Desa Sidera Muhamad Aris M. Pantowana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Sidera sebagai lokasi pelaksanaan Program Desa Siaga Bencana PLN 2026.
Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Pemerintah Desa Sidera sangat mengapresiasi dan mendukung program ini. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti materi yang disampaikan para narasumber dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan kepada warga, tetapi juga mampu membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan.
Rizal menegaskan, pembangunan desa tangguh bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Diperlukan gotong royong dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat memiliki kemampuan menghadapi berbagai kondisi darurat.
“PLN tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan gotong royong dan kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan desa yang tangguh, berdaya, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan,” tegasnya.
Program Desa Siaga Bencana PLN 2026 di Desa Sidera turut melibatkan UN Women, Danantara Indonesia, BPBD Kabupaten Sigi, Kemenko PMK, Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta berbagai unsur masyarakat.
Sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan, Bupati Sigi secara resmi membuka Program TJSL/CSR Desa Siaga Bencana PLN 2026 yang dilaksanakan selama tiga hari di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota.