100 Meter Kedalaman, Sumur Bor Bantuan Seruni KMP Diresmikan di Desa Loru
- Selasa, 01 September 2026 - 17:14 WITA
Rangkaian kunjungan kerja Sri Suparni Bahlil dalam rangka program bantuan air bersih melalui pembangunan sumur bor Seruni Kabinet Merah Putih (KMP) di Desa Loru, Kabupaten Sigi. (Foto/ Andry Faktasulteng)
Faktasulteng.id, Sigi — Program bantuan air bersih melalui pembangunan sumur bor Seruni Kabinet Merah Putih (KMP) di Desa Loru, Kabupaten Sigi, resmi diresmikan dalam rangkaian kunjungan kerja Sri Suparni Bahlil, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri istri Menteri ESDM RI sekaligus Ketua BMU Dekranas, Sri Suparni Bahlil; Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae; Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin; Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan; Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi Siti Halwiah; serta unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, dan kepala desa.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah tersebut selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga bahkan harus mengambil air dari masjid terdekat.
Menurutnya, bantuan pembangunan sumur bor tersebut menjadi solusi yang sangat berarti bagi masyarakat.
“Dengan adanya bantuan ini, tentu sangat disyukuri oleh masyarakat,” ujar Rizal.
Sementara itu, Ketua BMU Dekranas Sri Suparni Bahlil mengatakan, bantuan pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari program Seruni Kabinet Merah Putih yang bekerja sama dengan Kementerian ESDM RI.
Ia menjelaskan, kondisi musim kemarau yang terjadi di sejumlah daerah telah menyebabkan persoalan kekeringan dan keterbatasan akses terhadap air bersih. Karena itu, pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
“Memang program ini tidak besar dan hanya bisa dirasakan oleh beberapa KK, tetapi semoga air yang mengalir dari bantuan ini memberikan manfaat dan berkah bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Sumur bor yang dibangun di Desa Loru tersebut memiliki kedalaman sekitar 100 meter. Dalam proses pembangunannya, tim menghadapi kendala berupa tekstur tanah yang cukup keras sehingga membutuhkan mata bor khusus.
Sistem sumur tersebut juga dilengkapi dengan tower yang dinilai cukup kuat apabila ke depan dilakukan penggantian tandon dengan kapasitas yang lebih besar. Dengan dukungan pompa berdaya 2 PK, sumur tersebut diperkirakan mampu mengalirkan air untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 100 kepala keluarga (KK).
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peresmian sumur bor serta pembagian sembako kepada masyarakat Desa Loru.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan akses air bersih yang lebih mudah bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi musim kemarau.